Kabar Jember

Jaksa Periksa 20 Saksi Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Manggisan Jember

Penyimpangan itu antara lain pekerjaan proyek yang dimenangkan oleh rekanan A namun dikerjakan oleh orang lain atau peminjaman bendera.

Jaksa Periksa 20 Saksi Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Manggisan Jember
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Bupati Jember Faida saat paparan hasil revitalisasi pasar di acara Tasyakuran Nganyari Pasar 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul tidak termasuk dalam Tasyakuran 'Nganyari Pasar' oleh Pemkab Jember, Kamis (4/7/2019). Sebab, pekerjaan pasar tersebut belum selesai. Ditambah lagi, saat ini proyek revitalisasi pasar tersebut disegel oleh jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Seperti diberitakan Suryamalang.com, Kejari Jember sedang menyidik dugaan korupsi revitalisasi Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul. Sementara itu, Pemkab Jember telah menggelar acara Tasyakuran 'Nganyari Pasar' sebagai bentuk selamatan untuk 11 pasar tradisional di Jember yang telah selesai revitalisasinya.

Revitalisasi pasar merupakan proyek Pemkab Jember memakai anggatan tahun 2018. Ada 12 pasar yang direvitalisasi memakai dana APBD Jember tahun 2018 sekitar Rp 100 miliar. Bebeberapa pasar harus selesai dalam satu kali pekerjaan di tahun anggaran, namun ada juga pasar yang direvitalisasi dalam beberapa tahap di tahun anggaran yang berbeda.

11 pasar yang pekerjannya sudah selesai akhirnya 'diselameti'. Pada gelombang pertama ada tiga pasar yang telah dilakukan selamatan yakni Pasar Gebang, Kreongan, dan Mangli. Kamis (4/7/2019) giliran delapan pasar yakni Pasar Tanjung (tahap 1), Pasar Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, Pasar Tegalboto Kecamatan Sumbersari, Pasar Bungur Kecamatan Patrang, Pasar Umbulsari Kecamatan Umbulsari, Pasar Petung Kecamatan Bangsalsari, Pasar Menampu Kecamatan Gumukmas, dan Pasar Kalisat Kecamatan Kalisat.

Dari 11 pasar itu masih tersisa satu pasar yakni Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul. "Untuk Pasar Manggisan, kami menunggu kelanjutan dari Kejari. Selain itu pekerjaan Pasar Manggisan memang belum selesai 100 persen. Pastinya tidak ada anggaran yang tersia-siakan. Kami menunggu proses dari kejaksaan, dan mendukung langkah yang dilakukan," ujar Bupati Jember, Faida usai Tasyakuran 'Nganyari Pasar' di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Kamis (4/7/2019).

Dia mengharapkan proses hukum bisa berjalan secara cepat, sehingga bisa diketahui apakah ada yang salah. "Jadi yang salah memang dinyatakan salah, dan yang benar memang benar. Tidak hanya dugaan, harus terbukti," tegasnya.

Saat dikonfirmasi tentang proses lelang proyek revitalisasi pasar itu, Faida meyakini Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa Bagian Pembangunan Pemkab Jember sudah bekerja sesuai prosedur.

"Saya yakin ULP sudah melelang sesuai prosedur. Tidak ada setoran. Ngapain bupati dan wakil bupati cari-cari anggaran non bugeter," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Herdian Rahadi mengatakan, sudah ada 20 orang saksi yang sudah dimintai keterangan dalam penyidikan dugaan penyimpangan revitalisasi Pasar Manggisan. Ke-20 orang saksi itu antara lain dari unsur PNS Pemkab Jember, juga rekanan proyek revitalisasi Pasar Manggisan.

"Saat ini kami masih evaluasi hasil pemeriksaan. Untuk saksi ada 20 orang yang sudah dimintai keterangan," kata Herdian, Kamis (4/7/2019).

Ketika ditanya kapan kemungkinan ada penetapan tersangka, Herdian meminta sabar menunggu.

Sebelumnya Herdian mengaku jaksa menemukan indikasi penyimpangan selama pemeriksaan dokumen dan saksi. Penyimpangan itu antara lain pekerjaan proyek yang dimenangkan oleh rekanan A namun dikerjakan oleh orang lain atau dalam bahasa proyek adalah peminjaman bendera.

Juga ada janji pemberian fee atau komisi 8 persen dari si peminjam 'bendera' rekanan ke pemilik perusahaan. Diduga carut marutnya proyek Pasar Manggisan itulah yang membuat proyek yang harusnya selesai Desember 2018 tidak kunjung selesai.

Dan meskipun sudah diperpanjang sampai dua bulan sampai Februari 2019, proyek revitalisasi pasar yang berada di kecamatan sisi barat Kabupaten Jember itu tidak kelar juga. Hingga akhirnya jaksa menyelidikinya, sampai menaikkan status ke penyidikan hingga melakukan penyegelan proyek revitalisasi pasar senilai Rp 7,8 miliar tersebut.

Walhasil ketika sembilan pasar lain sudah dilakukan selamatan dan tasyakuran, tidak demikian dengan Pasar Manggisan. Di sisi lain, ratusan pedagang Pasar Manggisan terpaksa juga masih berjualan di pasar penampungan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved