Kabar Surabaya

Oknum Kepala SMP Swasta di Surabaya Remas Kemaluan Siswa yang Hendak Berwudlu

PELECEHAN SEKSUAL - Oknum kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Surabaya berinisial AS, warga Sidoarjo.

Oknum Kepala SMP Swasta di Surabaya Remas Kemaluan Siswa yang Hendak Berwudlu
LUHUR PAMBUDI
PELECEHAN SEKSUAL - Oknum kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Surabaya berinisial AS, warga Sidoarjo. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kasus memalukan dunia pendidikan terjadi lagi di Surabaya.

Seorang oknum kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Surabaya tega menggerayangi enam siswanya.

Pelaku bernama AS, warga Sidoarjo. Ia kerap pukul punggung siswanya menggunakan pipa paralon.

Parahnya, ia terkadang meremas kemaluan siswanya saat hendak mengambil air wudlu.

Kasus kekerasan dan pelecehan oknum kepala sekolah menambah daftar catatan kekerasan fisik maupun seksual pada siswa di dalam lingkungan pendidikan.

Menanggapi hal itu, Direktur Surabaya Children Crisis Centre (SCCC), Edward Dewaruci, mengatakan, kasus ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan tidak menjamin kemanan dan keselamatan siswa.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih pada Polda Jatim yang telah mengungkap kasus ini," katanya saat gelar pengungkapan kasus di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Jumat (5/7/2019).

Dari segi hukum, pengungkapan kasus ini terbilang gampang-gampang susah.

"Karena mengumpulkan barang bukti serta menumbuhkan keberanian para korban untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya, prosesnya butuh keahlian khusus," lanjutnya.

Ia berharap besar, pengungkapan atas kemunculan kasus ini menimbulkan semacam efek jera bagi institusi yang bersangkutan.

Dan, berharap pula akan menjadi titik balik bagi pemerintah terkait untuk melakukan evaluasi besar-besaran mengenai jalannya penyelenggaraan pendidikan.

"Pemerintah harus ada regulasi khusus untuk memverifikasi guru atau pengajar atau yang terlibat dalam lingkungan pendidikan," jelasnya.

"Karena traumatik anak untuk kemudian apakah bisa pulih pada saat dewasa harus jadi perhatian. Karena luka pada anak ini bisa terbawa sampai dewasa," tandasnya. Luhur Pambudi

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved