Malang Raya

103 Bencana Melanda Kota Malang Selama 6 Bulan Terakhir, Musibah Kebakaran Masih Mendominasi

Sebanyak 103 bencana melanda Kota Malang dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2019. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibanding tahun 2018.

103 Bencana Melanda Kota Malang Selama 6 Bulan Terakhir, Musibah Kebakaran Masih Mendominasi
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Ilustrasi musibah kebakaran di Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 103 bencana melanda Kota Malang dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2019. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai angka 93 kejadian.

Anggota Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Aziz Hermawan menyebut, 88,8 persen bencana disebabkan oleh kebakaran.

Hal itu dikarenakan faktor udara yang kering akibat musim kemarau dan hembusan angin yang cukup kencang. Belum lagi saat ini banyak tanaman dan semak belukar yang meranggas akibat kemarau.

"Nilai kerugian akibat bencana yang terjadi di semester awal ini mencapai angka Rp 9,9 Miliar," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM belum lama ini.

Tak hanya kebakaran saja, kata Aziz, tanah longsor juga menjadi bencana yang paling besar. Dikarenakan, di awal tahun lalu musim hujan masih melanda Kota Malang.

Dan beberapa wilayah di Kota Malang terutama di pinggiran DAS Brantas sering dilanda tanah longsor. Hasil analisa menyebut faktor geomorfologi dan kerapatan permukiman menjadi penyebab utamanya.

"Kasus tanah longsor sekitar 40 kejadian sedangkan kebakaran 26 kejadian, dua jenis bencana ini yang paling besar" ucapnya.

Pada bulan Juni 2019, BPBD merekap ada sembilan kasus bencana. Delapan kasus kebakaran dan satu pohon tumbang yang terjadi di Jalan Julius Usman, Klojen Kota Malang.

Kasus kebakaran itu terdiri dari tiga kebakaran bangunan, satu kebakaran panel listrik, tiga kebakaran rumpun bambu dan satu kebakaran lainnya.

"Terakhir kebakaran yang terjadi itu ketika sebuah rumah yang terbakar di Kampung Tridi. Sebelumnya ya barongan dan semak belukar yang memang rawan terbakar di musim kemarau ini," ucapnya.

Sementara Kepala Damkar Kota Malang, Antonio Viera mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terkait ancaman kebakaran terutama di lahan-lahan kosong.

Menurutnya, lahan kosong tersebut rawan terjadi kebakaran ketika memasuki musim kemarau. "Kami sudah melakukan upaya pencegahan ke masyarakat. Sekarang tinggal masyarakat sendiri yang harus sadar akan potensi bahaya kebakaran," ucap Anton panggilan akrabnya.

Kata Anton, hal sekecil apapun bisa saja memicu terjadinya kebakaran. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terbiasa membakar sampah di musim kemarau.

Pasalnya, jika itu dibiarkan, bisa saja menimbulkan kebakaran. Ia khawatir, kobaran api tersebut bisa merembet ke kawasan permukiman warga apabila tidak segera ditangani.

"Yang pertama itu jangan membakar sampah di tempat yang mudah terbakar, kemudian jauhkan korek api dari anak-anak dan jangan memakai listrik secara berlebihan," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved