Malang Raya

BNN Kabupaten Malang Asesmen Terpadu Pada Seorang Penyalahgunaan Narkotika

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang melaksanakan kegiatan Asesmen Terpadu terhadap satu orang tersangka kasus penyalahgunaan Narkotika.

BNN Kabupaten Malang Asesmen Terpadu Pada Seorang Penyalahgunaan Narkotika
Ist BNN Kabupaten Malang
Pelaksanaan asesmen terhadap LFW di Kantor BNN Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang kembali melaksanakan kegiatan Asesmen Terpadu terhadap satu orang tersangka kasus penyalahgunaan Narkotika di Kantor BNN Kabupaten Malang. Petugas melakukan asesmen untuk menegakkan indikasi keterlibatan sejauh mana peran para tersangka dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Agus Musrichin mengatakan, asesmen juga merupakan wujud dari implementasi UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 54 dan 127 dan Surat Edaran Mahkamah Agung No 04 Tahun 2010 serta Peraturan Bersama 7 lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret 2014 tentang penanganan pecandu/korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi.

"Adapun tersangka tersebut adalah LFW (25), warga Tumpang yang merupakan penyalahguna narkotika golongan satu jenis sabu-sabu. Sehari-hari ia berprofesi sebagai peternak ayam potong di rumahnya," ujar Agus, Sabtu (6/7/2019).

LFW mengaku menggunakan sabu atas dasar ajakan teman. Didorong latar belakang permasalahan keluarga yang berakhir dengan perceraian, sehingga membuat dirinya menjadi frustasi.

Dijelaskan Agus, berdasarkan hasil pemeriksaan untuk menghilangkan penat sesaat serta mendorong semangat untuk bekerja akhirnya LFW pun terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.

"Namun atas dasar apapun penyalahgunaan narkotika harus mempertanggung jawabkan secara hukum atas perbuatan yang dilakukan," tegas Agus.

Oleh sebab itu, Agus mengajak agar masyarakat mampu membentengi diri sendiri dengan berbekal ilmu pengetahuan dan menjaga pergaulan yang positif. Agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tim asesmen terpadu merupakan perpaduan dari 2 tim yang berasal dari berbagai latar belakang. Yang pertama Tim Asesmen Hukum, yang terdiri dari Penyidik BNN, Penyidik Polri dan Jaksa.

Mereka bertugas menganalisis keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana.

Sedangkan tim kedua berlatar belakang Dokter dan Psikolog BNN yang tergabung dalam Tim Asesmen Medis. Mereka berfungsi untuk menentukan tingkat adiksi atau kecanduan tersangka serta kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahguna.

"Adapun hasil dari kegiatan ini adalah rekomendasi yang dilampirkan dalam berkas perkara sebagai salah satu pertimbangan bagi hakim untuk membuat putusan pengadilan tetap," tutup Agus. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved