Kabar Kediri

Cari Bocah Tenggelam di Sungai Brantas, Tim SAR Kerahkan Perahu Karet Susuri Aliran Sepanjang 10 Km

Tim SAR dengan perahu karet telah melakukan penyisiran pinggiran Sungai Brantas dengan rentang radius sekitar 5 - 10 KM dari tempat korban tenggelam.

Cari Bocah Tenggelam di Sungai Brantas, Tim SAR Kerahkan Perahu Karet Susuri Aliran Sepanjang 10 Km
suryamalang.com/Didik Mashudi
Perahu Tim SAR gabungan melakukan pencarian Muhamad Febrian Koironi (8) di Sungai Brantas wilayah Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Sabtu (6/7/2019). 

SURYAMALANG,COM, KEDIRI - Pencarian Muhamad Febrian Koironi bocah 8 tahun yang tenggelam di Sungai Brantas dilakukan petugas Tim SAR gabungan. Pencarian yang berlangsung sejak Sabtu (6/7/2019) masih belum membuahkan hasil.

Febrian tenggelam di Sungai Brantas setelah mandi bersama dua temannya di bantaran sungai Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih. Saat berenang korban terseret aliran arus deras.

Sementara Tim SAR gabungan yang diterjunkan dari hasil koordinasi dengan Basarnas Pos Trenggalek, BPBD Kabupaten Kediri, kepolisian, TNI dan instansi terkait.

Tim SAR dengan perahu karet telah melakukan penyisiran di pinggiran Sungai Brantas dengan rentang radius sekitar 5 - 10 KM dari tempat korban tenggelam.

Sejumlah warga masyarakat juga ikut berpartisipasi membantu dengan menyisir kawasan bantaran Sungai Brantas.

Sejumlah lokasi yang diperkirakan korban tersangkut telah disisir, namun belum membuahkan hasil.

Sementara Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Brian Gautama mengatakan, satu SRU air bergerak melakukan penyisiran di Sungai Brantas dengan menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan mesin motor tempel berkekuatan 25 PK.

Titik awal penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya korban. Kemudian menyusuri aliran Sungai Brantas hingga sejauh 10 KM.

Saat melakukan penyisiran dilakukan manuver perahu di titik-titik yang dicurigai. Tujuan dilakukan manuver perahu ini adalah untuk menciptakan gelombang air yang besar, agar korban yang semula diduga berada di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan.

Pada saat bersamaan, Tim SAR gabungan juga mengerahkan satu SRU untuk melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang kanan dan kiri sungai. Penyisiran darat ini dilakukan dengan menempuh jarak sekitar 5 KM.

Saat melakukan penyisiran Tim SAR gabungan aktif berkomunikasi dengan warga yang beraktivitas di sekitar sungai dan menyebarkan informasi tentang kejadian tenggelamnya korban Febrian.

“Penyebarluasan informasi ini, apabila ada warga yang melihat tanda-tanda keberadaan korban diharapkan melaporkan kepada petugas yang melakukan pencarian agar ditindaklanjuti,” ujarnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved