Kabar Surabaya

Petani Malang Raya Gencar Kembangkan Bibit Bawang Putih Lokal Di Tengah Maraknya Bawang Putih Impor

Sejak tahun 2017 lalu, Toha bersama kelompok tani Batu mengembangkan bibit bawang putih hingga menyuplai kebutuhan bibit di sejumlah provinsi.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Mohammad Toha menunjukkan produk bawang putih hasil bibit yang dikembangkan bersama kelompok petani di Malang Raya Jawa Timur, Sabtu (6/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Di tengah maraknya impor bawang putih, petani asal Kota Batu, Jawa Timur, Mohammad Toha gencar menanam dan memproduksi bibit bawang putih lokal, Hal itu dilakukanya terdorong oleh keinginan agar Jawa Timur dan Indonesia bisa swasembada bawang putih.

Ia mengembangkan pembibitan bawang putih di lahan seluas 240 hektar untuk mengembangkan bibit bawang putih lokal. Sejak tahun 2017 lalu, Toha bersama kelompok tani Batu mengembangkan bibit bawang putih hingga menyuplai kebutuhan bibit di sejumlah provinsi di Indonesia.

Terbaru, Toha bersama kelompok tani di Batu bakal segera mengirimkan 75 ton bibit bawang putih untuk dikirim ke Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan dan ditanam di sana.

Pada Suryamalang,com, Sabtu (6/7/2019), Toha mengatakan, langkah yang ia lakukan agar ke depan Indonesia bisa swasembada bawang putih dan bebas dari bawang putih impor.

"Karena kalau dilihat memang bawang putih impor itu lebih besar. Tapi kalau kita bandingkan bawangnya, bawang putih lokal kita lebih berbau, lebih sedap kalau digunakan bahan masak, bandingannya bawang kita satu siung saja, kalau bawang impor harus tiga siung," kata Toha sembari menunjukkan bibit bawang putih yang ia kembangkan.

Ia menyebutkan, bersama kelompok tani di Batu, dan Kabupaten Malang, Toha mengembangkan bibit bawang putih lokal. Semula gerakan ini ia mulai saat diajak menanam bibit oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016 lalu.

Yang kemudian semakin dimasifkan dengan menggandeng petani lokal di kawasan Malang Raya untuk menanam dan mengembangan bibit bawang putih lokal.

"Pertahun impor bawang putih kita secara nasional 500 ribu ton. Dan ini sudah berlangsung lama. Maka dari Kementerian Pertanian saat itu mengajak kami untuk mengembangkan bibit bawang putih varietas lokal, targetnya 2021 bisa swasembada kita," tegas Toha.

Lebih lanjut ia mengatakan, kelompok taninya bersama petani pembudidaya bibit bawang putih dari Malang Raya kini sudah banyak menyuplai ke sejumlah daerah. Seperti Jawa Tengah, Lumajang, Karang Anyar, Provinsi Bali, Tegal hingga yang terbaru bulan ini ke Sulawesi Selatan.

"Yang untuk Bantaeng ini akan kita kirim 75 ton. Ini sudah siap, karena kan memang dalam bulan ini adalah musim tanam bawang putih. Ini kita sudah siapkan 81 ton. Ready stock," tegasnya.

Ia mengaku bersyukur di tengah upayanya mengembangkan bibit bawang putih lokal, pemerintah memberi dukungan penuh. Tak terkecuali Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur aktif melakukan temu bisnis dan Misi Dagang di sejumlah daerah. Seperti akhir bulan lalu Misi Dagang dilakukan di Makassar Sulawesi Selatan. Yang memberikan fasilitas petani seperti dirinya untuk bisa mudah mencari jaringan pembeli di luar pulau Jawa.

"Kami terbantu. Pemerintah memberikan fasilitas agar kami bisa meluaskan jaringan," tegasnya.

Seperti di Kabupaten Bantaeng sebanyak 75 ton bibit bawang putih berhasil dijual dengan harga Rp 53 ribu perkilogramnya. Ia berharap ke depan perluasan jaringan bisa dilakukan untuk menyejahterakan petani dan mewujudkan swasembada bawang putih.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat Irawan menegaskan, Misi Dagang adalah program Supply Demand Channel yang dikembangkan oleh Jatim Cettar Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

"Setelah Sulawesi Selatan kita akan ke Papua. Sesuai arahan ibu gubernur, ini cara kita untuk menguatkan perdagangan antar pulau. Caranya dengan mempertemukan pengusaha kita dengan pengusaha di luar pulau supaya ketahuan supply demand antar daerah seperti apa," pungkas Drajat.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved