Kabar Trenggalek

Mencari Tebing-tebing Menantang di Trenggalek Selain Tebing Sepikul

Pemetaan ini setelah Kabupaten Trenggalek sukses menjadi salah satu tuan rumah Indonesia Climbing Festival 2019 yang digelar beberapa waktu lalu.

Mencari Tebing-tebing Menantang di Trenggalek Selain Tebing Sepikul
Aflahul Abidin
PANJAT TEBING - Seorang bocah bersiap memanjat tebing Sepikul di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek mencoba mengeksplorasi titik-titik tebing yang bisa dimanfaatkan untuk para pencinta panjat tebing di Jawa Timur.

Hasil pemetaan sementara, selain sepikul, ada tebing-tebing lain yang juga layak untuk diunggulkan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto menjelaskan, setidaknya ada tiga tebing yang punya potensi dikenalkan sebagai tempat panjat tebing selain Sepikul di Kecamatan Watulimo.

Pemetaan ini setelah Kabupaten Trenggalek sukses menjadi salah satu tuan rumah Indonesia Climbing Festival 2019 yang digelar beberapa waktu lalu.

Pertama, yakni tebing lingga di Kecamatan Suruh. Tebing itu saat ini menjadi area wisata. Sunyoto mengatakan, tebing lingga juga sudah pernah dipakai sebagai tempat latihan panjat tebing anggota TNI. Nah, rencananya, potensi untuk dinikmati pencinta panjat tebing umum juga tengah dicari.

“Tebing itu juga bagus. Kalau dilihat, bentuknya tak kalah unik dibanding sepikul,” kata Sunyoto, Minggu (7/7/2019).

Kedua, tebing manikoro di Kecamatan Kampak. Tebing itu, lanjut dia, memang belum pernah dipakai untuk tempat pajat tebing. “Mungkin masih perlu penggalian lebih dalam. Kami akan coba melihat lebih detail potensinya,” ujar dia.

Tebing terakhir, yakni yang berada di sekitar goa ngerit yang juga berada di Kecamatan Kampak. Tebing yang tak terlalu akan cocok bagi para pemanjat tebing pemula. Tersedianya lokasi goa juga menjadi nilai plus bagi mereka yang datang.

Untuk mematangkan penggalian potensi itu, dinas akan menggandeng komunitas pencinta panjat tebing. Sekadar diketahui, even yang digelar beberapa waktu lalu dibuat oleh kelompok komunitas panjat tebing di tingkat nasional.

“Perlu juga ada komunitasnya di Trenggalek. Sehingga akan ada komunitas di tingkat lokal, regional, maupun nasional,” ujarnya. Keberadaan komunitas bakal mempermudah penggalain potensi untuk wisata minat khusus.

Sunyoto berharap, nantinya para pencinta panjat tebing yang datang ke Trenggalek tak hanya mendatangi satu tebing saja.

Sebelumnya, pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jatim, Ringgo Yudhistira mengatakan, tebing sepikul memiliki delapan jalur permanen. Dua di antaranya merupakan jalur tertinggi dengan tingkat kesulitan ekstrem.

“Untuk dua jalur itu memiliki tingkat kesulitan 5.11,” terang Ringgo.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved