Malang Raya

Pemkab Malang Masih Pelajari Gugatan Calon Kepada Desa dari Enam Desa yang Ikuti Pilkades Serentak

PILKADES SERENTAK DI KABUPATEN MALANG - Ada enam desa yang cakadesnya melayangkan gugatan terhadap hasil pilkades serentak.

Pemkab Malang Masih Pelajari Gugatan Calon Kepada Desa dari Enam Desa yang Ikuti Pilkades Serentak
Erwin
Suasana Pilkades serentak di Kabupaten Malang 2019, ada desa yang dua jagonya adalah pasangan suami istri. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang akan mempelajari lebih lanjut gugatan beberapa calon kepala desa (cakades) yang tak puas dengan hasil Pilkades Serentak 2019.

"Kami pelajari dulu semua berkas gugatannya. Kalau memang ini ranahnya panitia, maka diselesaikan oleh panitia. Tapi jika materi gugatannya itu adalah pidana, maka gugatan itu akan disampaikan kepada pihak kepolisian,’’ ujar Kepala DPMD Kabupaten Malang, Suwadji, ketika dikonfirmasi, Minggu (7/7/2019).

Suwadji menambahkan, regulasi Perbup nomor 05 tahun 2019 tentang Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahap 3 Kabupaten Malang sudah dijelaskan oleh pihaknya ke seluruh cakades.

"Calon boleh melayangkan gugatan kepada panitia maksimal tiga hari setelah penghitungan, apabila merasa tidak puas, atau menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Pilkades. Gugatan pertama dilayangkan kepada panitia Pilkades tingkat desa. Jika panitia tidak mampu, maka gugatan tersebut bisa diselesaikan oleh Panitia Pilkades tingkat Kabupaten,’’ bebernya.

Hingga kini, Suwadji menerangkan ada enam desa yang cakadesnya melayangkan gugatan terhadap hasil pilkades serentak.

”Selain Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, ada beberapa desa lain yang pemilihan kepala desanya ada gugatan. Di antarannya  Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, yaitu dan Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, dan Desa Kidal, Kecamatan Poncokusumo,’’ bebernya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved