Kabar Pasuruan

Bupati Pasuruan Lantik 1.801 Anggota Badan Permusyawaratan Desa

Peresmian anggota BPD terpilih merupakan tahap akhir pelaksanaan pengisian anggota BPD yang puncaknya telah dilaksanakan pada 9 Mei 2019 lalu.

Bupati Pasuruan Lantik 1.801 Anggota Badan Permusyawaratan Desa
suryamalang.com/Galih Lintartika
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melantik anggota BPD se-Kabupaten Pasuruan, Senin (8/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melantik 1.801 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Pasuruan terpilih periode 2019-2025, Senin (08/07/2019) siang. Peresmian ribuan anggota BPD dilakukan di Dome Sentra Produk Unggulan, Kecamatan Bangil.

Peresmian anggota BPD terpilih merupakan tahap akhir pelaksanaan pengisian anggota BPD yang puncaknya telah dilaksanakan pada 9 mei 2019 lalu.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto mengatakan, pelaksanaan musyawarah di desa terdiri dari musyawarah desa dan pemilihan langsung yang telah rampung.

“Hari ini adalah puncak dari seluruh tahapan keanggotaan BPD secara sah. Kami bersyukur karena telah selesai melaksanakan semuanya hingga hari ini,” katanya.

Dari ribuan anggota BPD, jumlah keterwakilan perempuan lumayan banyak, yakni mencapai 356 orang. Jumlah tersebut menurut Agus merupakan hasil pengisian keterwakilan perempuan dan wilayah. Sehingga memberikan gambaran bahwa perempuan saat ini menjadi salah satu factor penting di dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa.

“Jumlah anggota BPD dari unsur perempuan lumayan banyak. Dan kami sangat mengapresiasi, karena ini sebagai bagian dari negara demokratis yang memberikan kesempatan kepada semua unsur masyarakat. Salah satunya menjadi badan permusyawaratan desa,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf mengucapkan selamat kepada seluruh anggota BPD terpilih yang baru saja diresmikan. Dengan resminya menjadi anggota BPD, secara otomatis menjadi awal dari pengabdian untuk 6 tahun ke depan. Utamanya dalam mengabdikan diri, mencurahkan waktu, tenaga, serta pikiran bagi kemajuan desanya.

“Saya berharap agar semua anggota BPD untuk segera menyesuaikan diri dalam bekerja. Agar paham betul dengan situasi, kondisi, potensi, problematika, serta aspirasi yang ada di masyarakat. Selalu kedepankan budaya jujur, gotong royong dan kebersamaan, serta terbuka dalam bekerja dan melayani masyarakat,” kata Irsyad dalam sambutannya.

Dijelaskannya, kekuatan BPD terletak pada kemampuan “check and balances”. Dalam artian, BPD memiliki hak bertanya, konfirmasi mengenai pembangunan desa, serta bisa menjadi mitra kerja bagi kepala desa dalam membangun desanya. Oleh karena itu, Irsyad meminta kepada seluruh anggota BPD terpilih agar bisa menjadi pilar utama dan jembatan koordinasi kerja pemerintah desa dan masyarakat.

“Pengembangan desa memerlukan topangan kapasitas seorang anggota BPD. Maka dari itu, saya minta untuk segera melaksanakan musyawarah untuk memilih pimpinan BPD. Karena sesuai regulasi, pimpinan BPD harus dipilih paling lambat tiga hari setelah peresmian. Penting sekali agar bisa langsung melaksanakan program-programnya,” jelasnya.

Tak hanya terkait tupoksi selama menjabat, Bupati Irsyad juga mewanti-wanti seluruh anggota BPD agar tidak boleh atau dinilai hanya sebagai “Pemberi Stempel” untuk memberikan legitimasi kepada pemerintah desa.

“Anggota BPD jangan sampai kurang memahami perumusan agenda-agenda yang diharapkan secara efektif dapat menciptakan pembaruan di desa. Adanya UU Desa, pastinya desa memiliki potensi besar di dalam membuka peluang berkembangnya desa menjadi mandiri dan sejahtera. Jangan jadi pemberi stempel, tapi jadilah pemberi manfaat yang seluas-luasnya demi kemajuan desa,” pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved