Malang Raya

PD RPH Kota Malang Berencana Manfaatkan Temuan Energi Listrik Dari Air Limbah oleh Mahasiswa UB

Teknologi ciptaan tiga mahasiswa UB itu memanfaatkan air limbah RPH menjadi tenaga listrik bakal di akomodir PD RPH Kota Malang.

PD RPH Kota Malang Berencana Manfaatkan Temuan Energi Listrik Dari Air Limbah oleh Mahasiswa UB
suryamalang.com/Benni Indo
Hendra, Mahasiswa UB saat menunjukkan energi listrik yang dihasilkan dari air limbah ke Plt Dirut RPH Kota Malang, Ade Herawanto. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Plt Dirut Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPah) Ade Herawanto berencana menerapkan teknologi tepat guna yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Teknologi ciptaan tiga mahasiswa UB itu memanfaatkan air limbah RPH menjadi tenaga listrik.

Ade mengatakan, teknologi yang diberi nama Shower itu bisa saja diaplikasikan di PD RPH. Namun perlu kajian lebih jauh sebelun akhirnya betul-betul diterapkan.

"Sepintas bisa diaplikasi tapi saat ini masih tahap protitipe. Nanti kami kaji lagi di tim pakar. Saya punya tim pakar. Kalau bisa dimanfaatkan di skala produksi, akan kami terapkan," ujar Ade, Senin (8/7/2019).

Ade juga berharap, temuan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar kantor RPH.

"Setelah tiga atau enam bulan ada monev dan dikatakan berhasil, akan kami rekom untuk pemberdayaan masyarakat. Kami juga akan koordinasi dengan pihak berwenang terkait listrik karena negara yang mengelola kelistrikan," papar Ade.

Tiga mahasiswa UB mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan. Mereka adalah Hendra Surawijaya dan Elfahra Casanza Amada (FKH) dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA).

Nama produknya SHOWER (Slaughtering House Waste Water). Kegiatan mereka didanai Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC).

Ketua Tim, Hendra Surawijaya mengatakan, teknik yang dijalankan adalah menampung air limbah, dicampur dengan Effective Microorganisme 4 (EM4) untuk menghilangkan bau pada air limbah.

Air limbah bermuatan negatif. Untuk memunculkan muatan positif, dibuatkan tempat air garam yang dipisah oleh jelly.

"Setelah dia menghasilkan listrik, masuk ke sistem Box System Controler," kata Hendra.

Di sana ada penambah daya yang dapat mencapai 13.8 Volt, dengan watt 2200 mAh. Kata Hendra, jumlah bakteri Anaerob yang terdapat dalam air limbah di RPH bisa mencapai 36 x 10 pangkat 5.

Jumlah itu bisa untuk membangkitkan listrik. Bahkan, kata Hendra, dalam proyek jangka panjang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik rumah milik warga. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved