Kabar Sidoarjo

Pompa Air Bertenaga Sepeda Angin Ringankan Kerja Petani Buah

Muh Hatta, peneliti Universitas 45 Surabaya saat berbincang dengan para petani buah. Tak perlu lagi mengangkat air dan menyiram pakai gembor.

Pompa Air Bertenaga Sepeda Angin Ringankan Kerja Petani Buah
m taufik
Muh Hatta, peneliti Universitas 45 Surabaya saat berbincang dengan para petani buah. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Kerja para petani buah menjadi lebih ringan berkat pompa air bertenaga sepeda angin. Utamanya, dalam urusan mengalirkan air ke lahan pertanian mereka.

Tak perlu lagi mengangkat air dan menyiram pakai gembor, dan tak perlu menggunakan listrik untuk mengambil air dari sumur dan mengalirkannya ke lahan pertanian.

"Jauh lebih ringan," kata Sumiaji, petani asal Desa Raos Kecamatan Gempol, Pasuruan di sela acara sosialisasi Program Kemitraan Masyarakat Universitas 45 Surabaya Kemenristekdikti 2019 di Porong, Sidoarjo, Senin (8/7/2019).

Hanya dengan mengayuh sepeda, dalam waktu sekitar 30 menit bisa mengalirkan sekitar 200 liter air. Proses mengayuhnya biasa, dan menggunakan gir standart.

"Karena ada kelepnya, mengayuh juga tidak ringan. Dengan kelep di pipa, kedalaman sumur atau panjangnya pipa tidak ada masalah," sambung dia.

Petani buah mentimun ini sudah memanfaatkan alat tersebut sejak Januari lalu. Dan belakangan, sejumlah petani lain juga sudah menirunya.

Alat tersebut merupakan hasil penelitian Muhammad Hatta, dosen Teknik Industri Universitas 45 Surabaya. Alat yang awalnya ujicoba tersebut juga sudah diserahkan ke Samiaji untuk terus dimanfaatkan.

"Ini program kemitraan masyarakat hasil kerjasama dengan Kemenristekdikti. Yang sengaja kami gunakan hasil penelitian untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Hatta di sela acara.

Alatnya yang digunakan memang sangat sederhana. Yakni sebuah sepeda pancal yang ban belakangnua dilepas kemudian memakai vanbell untuk memutarkan pompa air.

Cukup dengan mengayuh sepeda tersebut, air bisa terangkat dan dialirkan ke lahan pertanian. "Semoga bisa benar-benar bermanfaat bagi petani, utamanya untuk meringankan kerja mereka," harapannya.

Penelitian itu sebenarnya sudah selesai dilakukanya sejak empat tahun lalu. Tapi baru tahun lalu diajukan ke Kemenristekdikti dan tahun ini diemplementasikan ke masyarakat secara langsung.

BERITA TERKINI MALANG, AREMA DAN JATIM:

- Website SURYAMALANG.COM- Facebook SURYA AREMA- Instagram @suryamalangcom

BERITA TERKINI MALANG, AREMA DAN JATIM:

- Website SURYAMALANG.COM- Facebook SURYA AREMA- Instagram @suryamalangcom

(suryamalang.com)
Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved