Kabar Blitar

Dindik Jatim Larang Kepala SMA/SMK di Blitar untuk Tidak Paksa Siswa Beli Seragam di Sekolah

Cabang dinas Pendidikan Jatim melarang kepala SMA dan SMK memaksa wali murid harus membeli seragam di sekolah.

Dindik Jatim Larang Kepala SMA/SMK di Blitar untuk Tidak Paksa Siswa Beli Seragam di Sekolah
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Trisilo Budi Prasetyo. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar memperkirakan pembagian bantuan kain seragam untuk siswa SMA dan SMK masih lama. Untuk itu, kalau orang tua siswa ingin membeli seragam sendiri dulu untuk anak-anaknya, cabang dinas mempersilahkan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, para siswa baik sekolah negeri dan swasta memang akan mendapat bantuan seragam dari Provinsi Jatim. Pemprov Jatim memberikan bantuan seragam sebanyak dua setel, yaitu, seragam abu-abu dan pramuka.

Tetapi, bantuan seragam masih berupa kain, tidak pakaian jadi. Menurutnya, saat ini, pengadaan bantuan seragam masih proses lelang. Dia belum tahu kapan proses lelang pengadaan bantuan seragam selesai.

"Kapan proses lelangnya selesai itu kami belum tahu, apakah dua bulan atau tiga bulan lagi. Bantuan seragam berupa kain, biaya jahit ditanggung wali murid," kata Trisilo, Selasa (9/7/2019).

Dikatakannya, pembagian bantuan seragam dipastikan belum bisa dilakukan bersamaan dengan siswa masuk sekolah di tahun ajaran baru. Untuk itu, dia mempersilahkan kalau wali murid ingin membeli seragam sendiri untuk anaknya.

Wali murid bebas membeli seragam sendiri di luar, tidak harus di sekolah. Malah, cabang dinas melarang kepala SMA dan SMK memaksa wali murid harus membeli seragam di sekolah.

"Kalau ingin beli seragam sendiri dulu tidak apa-apa. Bisa beli di toko, pasar, atau di mana saja. Kami melarang sekolah memaksa wali murid harus beli seragam di sekolah," ujarnya.

Bagi wali murid yang kurang mampu, kata Trisilo, tidak harus membeli seragam sendiri dulu. Mereka bisa menunggu pembagian bantuan seragam dari Provinsi Jatim. Siswa dari keluarga kurang mampu bisa memakai seragam SMP terlebih dulu.

"Yang jelas, bagi orang tua tidak mampu mau menunggu seragam bantuan monggo kalau orang tua mampu mau beli seragam sendiri juga monggo," tuturnya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved