Kabar Surabaya

Adu Kreatifitas Booth Unik Polres se-Jatim Meriahkan Perayaan HUT Bhayangkara ke 73 Polda Jatim

Ada 38 booth polres atau polresta yang berdiri di pinggir area lapangan Makodam V Brawijaya yang akan dilakukan penilaian tim juri.

Adu Kreatifitas Booth Unik Polres se-Jatim Meriahkan Perayaan HUT Bhayangkara ke 73 Polda Jatim
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Koreograper Manusia Purba Trinil ramaikan perlombaan booth unik di acara Peringatan HUT Bhayangkara ke 73 yang digelar Polda Jatim di Lapangan Kodam V Brawijaya, Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Peringatan HUT Bhayangkara ke 73 Polda Jatim akan digelar Pesta Rakyat & Panggung Prajurit di Lapangan Kodam V Brawijaya, Rabu (10/7/2019).

Rencananya, puncak acara akan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB nanti. Namun, sejak pagi berbagai persiapan sudah dilakukan. Mulai dari apel pasukan dan mempersiapkan booth unik dari masing-masing polres se-Jatim.

Setidaknya ada 38 booth polres atau polresta yang berdiri di pinggir area lapangan Makodam V Brawijaya.

Menurut salah seorang juri penilaian dari Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Jawa Timur, 38 booth polres yang berdiri akan dilakukan penilaian. "Pihak polres setempat bisa berkolaborasi dengan berbagai macam produk unggulan UMKM wilayah mereka masing-masing," kata pria berkemeja lengan pendek putih polos itu.

Sementara salah satu Boots yang jadi perhatian yakni dari Polres Ngawi yang terlihat banyak menyita perhatian pengunjung yang hadir. Boots Polres Ngawi menyajikan koreografi dua orang manusia purba Trinil.

Tak sedikit anak-anak maupun kalangan emak-emak yang penasaran dengan masnusia purba itu. Bahkan mereka harus rela mengantre untuk berswafoto dengan dua koreografi manusia purba tersebut.

Menurut Kanit Regiden Satlantas Polres Ngawi, Iptu Dandung Setiawan, boot Polres Ngawi sengaja mengunggulkan kekayaan khazanah kesejarahan yang ada di kawasan Ngawi. Dalam booth yang berukuran sekitar 5 m x 3 m milik polresnya, berdiri ornamen Benteng Belanda Van Den Bosch.

Lengkap dengan koreo noni-noni Belanda yang tinggi semampai dan bermabut blonde sebahu. Seakan menunjukkan kesan khas kolonial.

"Ditayangan layar kami juga menampilkan berbagai macam temuan fosil di Desa Trinil, Ngawi. Intinya, kami ingin menunjukkan sejarah termasuk kebudayaan Kabupaten Ngawi," lugas Dandung.

Halaman
12
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved