Kota Batu

Kembang Kol Di Batu Seminggu Harus Sudah Habis

Setiap masa panen, petani sayur di kota Batu selalu menghadapi masalah hama.

Kembang Kol Di Batu Seminggu Harus Sudah Habis
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
aktifitas petani sayur yang memberikan obat-obatan untuk sayuran, di Kelurahan Temas. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Setiap masa panen, petani sayur di kota Batu selalu menghadapi masalah hama.

Seperti yang dialami Sugiono, petani sayur kembang kol di Kelurahan Temas, Kota Batu.

Seharusnya bulan Juni hingga Agustus ini menjadi masa panen Raya kembang kol.

Tetapi ia harus ekstra keras memberikan obat fungisida agar kembang kol tidak terserang jamur.

Ia menunjukkan jamur pada kembang kol yang berwarna coklat muda.

“Jika ini dibiarkan tidak bisa panen. Makanya cepat-cepat diberi fungisida,” kata dia, Rabu (10/7/2019).

Saat masa panen pun, semisal dalam satu sampai dua minggu saat panen harus langsung habis.

Jika tidak jamur akan tumbuh lagi dan meluas diseluruh bagian inti kembang kol.

Dan akan sangat berbahaya jika dikonsumsi. Penyebabnya tak lain adalah cuaca, yaitu musim hujan.

“Seharusnya musim ini kan sudah memasuki kemarau, tapi masih ada hujan.”

“Ya mau bagaimana lagi, kami tingkatkan pemberian obat-obatan,” kata dia.

Petani seperti dirinya selalu berharap saat panen tidak berbarengan, karena harga akan sangat murah.

Kembang kol saja saat panen raya perkilogram nya Rp 2000.

Jika tidak panen raya perkilogramnya bisa mencapai Rp 15 ribu.

Penyakit ini bisa menyerang sayuran kapanpun.

“Ya jadinya harus ekstra dan lebih rutin dirawat, disiram fungisida dan obat lainnya,” pungkasnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved