Malang Raya

Polres Malang Kota Belum Serahkan Berkas Kasus Jagal Manusia ke Jaksa, Inilah Kendalanya

JAGAL MALANG. Sugeng berpotensi dijatuhi hukuman seumur hidup karena melakukan penganiayaan berat disertai pembunuhan.

Polres Malang Kota Belum Serahkan Berkas Kasus Jagal Manusia ke Jaksa, Inilah Kendalanya
Polres Malang Kota dan SRYAMALANG.COM/ HAYU YUDHA
Sugeng Angga Santoso, tersangka jagal perempuan di Pasar Besar Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polisi cepat mengungkap tersangka jagal perempuan misterius di Pasar Besar, Kota Malang. Pelaku mutilasi adalah Sugeng Angga Santoso.

Namun hingga kini, berkas kasus ini belum beres. Polisi belum juga melimpahkan kasusnya ke Kejaksaan Negeri Kota Malang.

Penyebabnya, tim penyidik dari Polres Malang Kota hingga kini masih memenuhi petunjuk dari jaksa.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, pihaknya kini masih melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Lawang dan Psikiater untuk memenuhi alat bukti.

Hal itu dilakukan, agar nantinya jaksa yang menangani kasus mutilasi ini bisa melakukan dakwaan.

"Saat ini masih P19. Secepatnya petunjuk jaksa akan kami penuhi dan segera kami limpahkan kembali di P21," ucapnya saat ditemui SURYAMALANG.COM, Rabu (10/7/2019). P21 adalah kode untuk menyebut berkas sudah sempurna.

Komang menegaskan, dalam proses penyidikan ini pihaknya tidak banyak mengalami kendala.

Saat ini, tim penyidik Polres Malang Kota baru saja mengambil keterangan dari para saksi-saksi.

Termasuk para tunawisma yang merupakan teman Sugeng di daerah sekitaran Pasar Besar Kota Malang.

"Nanti akan kami proses lagi. Karena para saksi juga sudah kami mintai keterangan dan selanjutnya akan segera kami limpahkan," terangnya.

Kata Komang, Sugeng berpotensi dijatuhi hukuman seumur hidup karena melakukan penganiayaan berat disertai pembunuhan.

Sementara itu, Dimas jaksa Kejaksaan Negeri Kota Malang yang menangani kasus Sugeng juga masih menunggu pelimpahan berkas dari tim penyidik Polres Malang Kota.

Pihaknya juga mempelajari cara Sugeng dalam mengeksekusi korban di Lantai II parkiran Matahari Pasar Besar itu sebelum memberikan dakwaan.

"Sebelum membunuh, Sugeng lebih dulu memasukkan tangannya ke alat vital korban. Kemudian mentatto kaki korban, membunuhnya dan kemudian memutilasi korban. Ini masih kami pelajari dulu dari hasil rekonstruksi," pungkasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved