Kabar Pasuruan

Atasi Dampak Kekeringan, Anggota TNI Partisipasi Ikut Dropping Air Bersih ke Masyarakat di Pasuruan

Sejumlah personel TNI dengan dibantu warga sekitar bahu membahu membantu pendistribusian air bersih ke titik pengumpulan air.

Atasi Dampak Kekeringan, Anggota TNI Partisipasi Ikut Dropping Air Bersih ke Masyarakat di Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Sejumlah anggota TNI membantu pembagian air bersih pasa warga yang terkena dampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Kodim 0819 Pasuruan dan PT SIER dropping air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Rabu (10/07/2019).

Sejumlah personel dengan dibantu warga sekitar, bahu membahu membantu pendistribusian air bersih ke titik pengumpulan air.

Dandim (Komandan Kodim) 0819 Pasuruan, Letkol Ar Burhan Fajari Arfian juga terlihat membantu warga dalam mengisi drum-drum air milik warga yang sudah disiapkan.

Menurut Burhan, dropping air bersih menjadi salah satu upaya TNI Manunggal Desa untuk membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi berbagai permasalahan. Termasuk masalah kekeringan di Kabupaten Pasuruan.

“Dari laporan yang kami dapatkan, ada sekitar 23 desa yang berpotensi kekeringan di 7 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Maka dari itu, kegiatan dropping air bersih ini kami lakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat dan membantu upaya Pemkab Pasuruan dalam mengatasi kekeringan,” kata Burhan.

Selama pendistribusian air bersih, pihaknya menyiapkan satu unit tangki air bersih berisikan 5000 liter. Burhan berharap, air tersebut dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Seperti mandi, masak, air minum dan kebutuhan penting lainnya.

“Silahkan dibagi secara merata. Jangan berebut, biar semua kebagian. Karena kebutuhannya sama antara warga satu dengan yang lain,” jelasnya.

Supriyatin (32), salah satu warga Desa Jeladri mengaku antusias untuk mengantri agar mendapatkan jatah air. Ia mengaku sudah hampir satu bulan dirinya kesulitan mendapatkan air bersih.

“Ya kami bersyukur, karena bantuan air bersih sudah kami terima dari atas, meskipun sebulan bayar dua ribu, tapi gak papa,” urainya.

Supriyatin mengaku mendapatkan jatah air sebanyak 4-5 drum dalam satu hari yang langsung digunakan untuk keperluan memasak, mandi dan air minum.

“Ya dicukup-cukupin. Alhamdulilah daripada tidak dapat bantuan, karena air bersih ini sangat kami inginkan,” tuturnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved