Kabar Surabaya

Gunakan Metodi BAMELE, Petani Bawang Merah di Nganjuk Peroleh Keuntungan Ganda Saat Panen

Petani setempat menyebutnya metode BAMELE alias Bawang Merah dan Lele. Hasilnya luar biasa, petani bisa menikmati keuntungan ganda.

Gunakan Metodi BAMELE, Petani Bawang Merah di Nganjuk Peroleh Keuntungan Ganda Saat Panen
Ist
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi bersama rombongan saat mengungungi pertanaman bawang merah milik Susanto, satu di antara petani asal nganjuk yang menerapkan metode BAMELE. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam meningkatkan inovasi demi menghasilkan komoditas yang berkualitas dan berdaya saing serta petani semakin sejahtera diterjemahkan positip petani dan Pemkab Nganjuk. 

Dimana dengan adanya Kebijakan Kementan, petani sukses memakai metode budidaya yang unik dalam membudidayakan bawang merah. Yakni dengan menggabungkan usaha tani bawang merah bersamaan dengan budidaya ikan lele.

Petani setempat menyebutnya metode BAMELE alias Bawang Merah dan Lele. Hasilnya luar biasa, petani bisa menikmati keuntungan ganda, sebab keuntungan tidak hanya dari hasil bawang merah, tapi juga dari panen lele.

Salah satu petani di Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Susanto merupakan salah satu petani yang mencoba teknik BAMELE di lahan bawang merah miliknya.

Susanto mengaku, tujuan awal BAMELE tersebut selain meningkatkan pendapatan petani, juga mengajak petani berbudidaya yang sehat dan ramah lingkungan.

“Ini cara budidaya nonpestisida, tidak pakai bahan kimia karena dibawahnya ada lele. Untuk pengendalian hama kami gunakan lampu light thrap dan pengendali hayati. Jadi produk bawang merah kami sehat dan aman dikonsumsi. Buktinya, ikan lele bisa hidup dengan baik," kata Susanto dihadapan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi bersama rombongan saat mengungungi pertanaman bawang merah miliknya dengan metode BAMELE, Kamis (11/7/2019)

Menurut Susanto, budidaya dengan metode BAMELE ini sangat sederhana dan benar-benar mengoptimalkan lahan.

Dalam parit atau got lahan bawang merah berukuran lebar 40 sentimeter, bisa ditebar bibit lele berukuran diameter kepala 6 sampai 7 mili sebanyak 132 ribu ekor per hektar. Umur pemeliharaan lele sama dengan umur panen bawang merah yaitu 60 sampai 70 hari.

Hasilnya sangat memuaskan, bisa dipanen bawang merah kelas organik 16 hingga 17 ton per hektar plus 10 ton lele.

"Harganya saat ini juga lagi bagus, bawang merah varietas Tajuk di petani dihargai Rp 16 ribu per kilogram, sementara lele nya Rp 15 ribu per kilogram. Sangat menguntungkan," ungkap Susanto.

Halaman
12
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved