Malang Raya

Kabag Keuangan Dinkes Kabupaten Malang Jadi Tersangka Kasus Penyunatan Honor Perawat Ponkesdes 2015

Kejari Kepanjen menetapkan Kabag Keuangan Dinkes Kabupaten Malang sebagai tersangka kasus dugaan penyunatan honor perawat Ponkesdes tahun 2015.

Kabag Keuangan Dinkes Kabupaten Malang Jadi Tersangka Kasus Penyunatan Honor Perawat Ponkesdes 2015
pixabay
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen menetapkan Kabag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, YC sebagai tersangka kasus dugaan penyunatan honor perawat Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) tahun 2015.

Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen menjelaskan pihaknya akan memeriksa tersangka dalam waktu dekat.

Karena diperiksa sebagai tersangka, YC harus didampingi pengacara.

“Kami menetapkan YC sebagai tersangka pada hari ini,” beber Muhandas kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/7/2019).

Muhandas menambahkan kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 676 juta.

Dalam aksinya, tersangka memanfaatkan dana kapitasi BPJS Kesehatan.

23 Puskesmas di Kabupaten Malang akhirnya memberikan dana talangan.

Tersangka memotong uang talangan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan Ponkesdes.

“Perawat mendapat Rp 750.000. Kemudian ada tambahan dana sehingga menjadi 1 juta. Lalu kepala dinas terdahulu memerintahkan untuk menggunakan dana talangan dari dana kapitasi BPJS.”

“Agustus 2015, dana tersebut cair. Ada dana yang tak dikembalikan ke puskesmas yang menalangi dana. Dana Rp 676 juta malah dipakai sendiri oleh tersangka,” jelas Muhandas.

Muhandas menambahkan pihaknya sudah melakukan penyidikan kasus ini dengan memanggil 39 orang Kepala Puskesmas se Kabupaten Malang untuk dijadikan saksi dan dimintai keterangan.

“Selain kepala Puskesmas, kami juga memeriksa 39 bendahara Puskesmas, dan 14 perawat Ponkesdes sebagai saksi.”

“Total ada 99 orang saksi dalam kasus ini. Sisanya saksi dari staf Dinkes Kabupaten Malang,” terang Muhandas.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved