Kabar Pasuruan

Kejaksaan Didesak Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan di Dispora Kabupaten Pasuruan

Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan untuk terus mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dispora.

Kejaksaan Didesak Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan di Dispora Kabupaten Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Direktur Pusat Studi dan Avokasi Kebijakan (Pusaka) Pasuruan, Lujeng Sudarto. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan untuk terus mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan.

Direktur Pusaka, Lujeng Sudarto meminta Kejari Kabupaten Pasuruan untuk segera membuka kasus itu. Bagi dia, Kejaksaan sudah menemukan setidaknya dua alat bukti dalam kasus yang sudah masuk dalam tahap penyidikan tersebut.

"Informasinya, hasil audit dari pihak Inspektorat dan juga pihak Kejaksaan sudah turun. Artinya, tim penyidik sudah memiliki dua alat bukti yang cukup. Tinggal Kejaksaan tetapkan siapa yang akan jadi tersangka," katanya, Kamis (11/7/2019).

Ia menyebut, semakin cepat penetapan tersangka, semakin lebih baik. Menurutnya, kasus ini bisa terungkap secara jelas. Bagi yang menyalahgunakan anggaran, juga bisa segera mempertanggungjawabkannya.

"Saya minta siapapun yang terlibat dalam kasus ini harus diseret untuk bertanggung jawab. Kejaksaan jangan tebang pilih. Kalau tebang pilih, kami akan mempertimbangkan untuk membuat laporan atau aduan kinerja jaksa ke Jamwas," paparnya.

Menurut Lujeng, sapaan akrabnya, kasus indikasi mark up anggaran kegiatan di lingkungan Dispora tidak menutup kemungkinan melibatkan Kadispora.

"Sangat tidak mungkin seorang Kadis tidak mengetahui kegunaan anggaran. Karena semua penggunaan anggaran dinas menjadi bagian dari tanggung jawabnya," tambah Lujeng.

Terpisah, Denny Saputra, Kasi Pidsus Kejaksaan Kabupaten Pasuruan menegaskan, kasus Dispora terus berlanjut. Bahkan, terang dia, tim penyidik sudah menetapkan beberapa orang calon tersangka di kasus ini. "Sudah ada beberapa orang calon tersangka. Beberapa orang dari dinas," jelasnya.

Ditanya sampai dimana peran Kasispora dalam kasus tersebut, Denny Saputra enggan menanggapinya. "Sabar, ditunggu saja perkembangan dari tim penyidik. Namun yang pasti di kasus ini ada kerugian negara," urainya.

Sekadar diketahui, anggaran yang menjadi pantauan penyidik tim Kejari Kabupaten Pasuruan adalah anggaran tahun 2017.

Di tahun itu, Dispora yang notabene dinas baru mendapatkan anggaran Rp 12 miliar. Yang menjadi fokus penyidik adalah anggaran Rp 8 miliar untuk bidang olahraga itu.

Saat itu, Dispora banyak menjalankan kegiatan, mulai dari kegiatan seperti Pekan Seni dan Olahraga Madrasah Diniyah (Madin), jalan sehat sarungan dan masih banyak lagi.

Dari hasil pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket), tim penyidik menemukan sejumlah penyimpangan. Ada beberapa kegiatan yang menghabiskan sejumlah anggaran diduga kuat di mark up.

Hal itu diperkuat dengan banyaknya temuan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan yang tidak dipenuhi sekaligus didukung oleh bukti kuat, akuntabel dan terpercaya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved