Kabar Tulungagung

Kontingen Festival Panji Belajar Cerita Panji Langsung di Relief Candi Mirigambar Tulungagung

Di candi inilah cerita Panji Waseng Sari berada, yang diwujudkan dalam bentuk relief di sekeliling candi. Cerita Panji ini menyebar luas di nusantara.

Kontingen Festival Panji Belajar Cerita Panji Langsung di Relief Candi Mirigambar Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Kontingen Festival Panji Nusantara mendapatkan penjelasan cerita Panji, di relief Candi Mirigambar Tulungagung 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Kontingen Festival Panji Nusantara telah tiba di Candi Mirigambar, di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kamis (11/7/2019). Di candi itu, kontingen bergabung dengan warga setempat untuk menggelar syukuran sedekah bumi.

Sedekah bumi adalah bentuk ucapan syukur warga setempat atas hasil bumi, dan tolak bala. Selesai sedekah bumi, kontingen diajak untuk jelajah Candi Mirigambar, candi kuno yang dibangun di akhir era Majapahit.

Di candi inilah cerita Panji Waseng Sari berada, yang diwujudkan dalam bentuk relief di sekeliling candi. Cerita Panji ini menyebar luas hingga seluruh Nusantara, hingga negeri seberang.

Cerita ini berkisah tentang seorang pangeran yang berjuang mempertahankan tunangannya, Putri Galuh Condro Kirono. "Ceritanya ada raja pesaing yang juga menginginkan sang putri. Di akhir cerita, Panji yang keluar sebagai pemenang," terang Suyoto, juru pelihara Candi Mirigambar.

Di candi ini sebelumnya ada 10 relief cerita Panji. Dua panel di belakang aus karena faktor alam. Tiga panel lainnya dicuri pada tahun 1970.

Masih menurut Suyoto, candi ini dulunya adalah tempat pemujaan. "Ada ornamen awan di candi ini, menandakan ini tempat yang disucikan dan jadi lokasi pemujaan," sambungnya.

Sebenarnya ada candi dengan nama Panji Asmoro Bangu, yang lebih dikenal dengan nama candi penampihan di Gunung Wilis. Namun tidak ada relief cerita panji di candi ini, hanya prasasti tentang cerita Panji.

Salah satu kontingen dari Bali, Pande Made Rahajeng nengaku sangat terkesan saat jelajah situs Mirigambar. Menurutnya di Bali memang banyak candi, tapi Candi Mirigambar berbeda. Candi ini merupakan situs kuno yang sangat berkualitas. "Kami berharap ke depan candi ini bisa direnovasi," ujar Pande.

Lanjut Pande, dengan renovasi maka nilai sejarah yang ada di dalamnya tidak hilang. Nilai sejarah itu agar bisa dinikmati generasi ke depan.

"Kekayaan yang adiluhung ini bisa menginspirasi kawula muda, untuk melestarikan seni budaya warisan para leluhur," pungkasnya. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved