Kabar Surabaya

Alasan Balai Monitor Memberangus Siaran 20 Stasiun TV di Malang, Madiun dan Kediri

“Kalau di Malang ada 7 stasiun TV, di Madiun 7 stasiun TV, dan Kediri ada 10 stasiun, di antaranya 6 stasiun TV dan 4 stasiun radio FM,” tandasnya.

Alasan Balai Monitor Memberangus Siaran 20 Stasiun TV di Malang, Madiun dan Kediri
ist
Kepala Balai Monitor Kelas I Surabaya Jatim Sensilaus Dore 

“Kalau di Malang ada 7 stasiun TV, di Madiun 7 stasiun TV, dan Kediri ada 10 stasiun, di antaranya 6 stasiun TV dan 4 stasiun radio FM,” tandasnya.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Balai Monitor Kelas 1 Surabaya Jatim masih memberangus hak siaran 20 stasiun televisi (TV) dan 4 stasiun radio FM di Malang, Madiun dan Kediri.

Menurut Kepala Balai Monitoring (Balmon) Kelas I Surabaya Jatim, Sensilaus Dore, hal itu merupakan imbas dari aktivitas penertiban terkait pemantauan izin pengunaan frekuensi siaran publik di seluruh daerah Jatim.

“Jadi ini merupakan kegiatan rutin, ini merupakan tugas dan fungsi dari balai monitoring,” kata Sensi, Jumat (12/7/2019).

“Penertiban ini adalah akumulasi dari kegiatan lain, yang masih melekat pada tugas kami. Ya seperti observasi monitoring, inspeksi, pengukuran parameter teknis, penanganan gangguan, pendistribusian Surat Pemberitahuan Pembayaran (SPP),” jelasnya.

Kapan Siaran 20 Stasiun TV Boleh Siaran Lagi? Apa Sebenarnya Alasan Versi Balai Monitor Surabaya?

Penertiban itu, lanjut Sensi, dilakukan dalam berbagai tahap, mulai dari melakukan observasi monitoring.

Dalam melakukan observasi monitoring tersebut, pihaknya akan melakukan serangkaian observasi langsung ke lapangan untuk memastikan adanya pemancar.

Termasuk memeriksa kelengkapan legal formal perizinan yang telah dikantongi oleh pihak stasiun TV atau radio FM yang bersangkutan.

“Misalnya, setelah kami lakukan monitoring, ternyata di sini ada pemancar, setelah kami cek di database kami, ternyata penyelenggara ini belum kantongi izin,” uajrnya.

“Atau saat kami cek, ternyata penyelenggara ini baru mengajukan izin pada beberapa tahun lalu, dan ternyata saat itu baru dikeluarkan Rekomendasi Kelayakan (RK),” lanjutnya.

Jikalau pihak penyelenggara siaran dalam hal ini stasiun TV dan radio FM tak bisa menunjukkan kelengkapan izin penggunaan frekuensi siaran.

Maka yang terjadi adalah, penghentian secara paksa terhdap aktivitas siaran yang dilakukan oleh stasiun TV dan radio FM tersebut.

Hal itu mirip halnya dengan yang telah terjadi di tiga kawasan Jatim yakni Malang, Maidun, dan Kediri.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Divisi Pemantauan dan Penertiban Balmon Kelas I Surabaya jatim, ada tiga kawasan di Jatim yang telah dilakukan penertiban.

“Kalau di Malang ada 7 stasiun TV, di Madiun 7 stasiun TV, dan Kediri ada 10 stasiun, di antaranya 6 stasiun TV dan 4 stasiun radio FM,” tandasnya. Luhur Pambudi

suryamalang.com | FB: Surya Arema | IG: @suryamalangcom
suryamalang.com | FB: Surya Arema | IG: @suryamalangcom (.)
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved