Malang Raya

Kejari Kepanjen Bidik Tersangka Baru Kasus Dugaan Penyunatan Honor Perawat Ponkesdes 2015

Kejari Kepanjen masih mendalami untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus dugaan penyunatan honor perawat Pondok Kesehatan Desa

Kejari Kepanjen Bidik Tersangka Baru Kasus Dugaan Penyunatan Honor Perawat Ponkesdes 2015
pixabay
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen masih mendalami untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus dugaan penyunatan honor perawat Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) 2015.

Penyidik sudah menetapkan Kabag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang berinisial YC sebagai tersangka.

Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen menegaskan pihaknya akan mengupas tuntas kasus yang melibatkan Dinkes Kabupaten Malang itu.

“Tak menutup kemungkinan kami akan menetapkan tersangka lain dalam waktu dekat,” tegas Muhandas kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/7/2019).

Saat penyidikan, pihaknya sudah memeriksa 39 kepala Puskesmas sebagai saksi, 39 bendahara Puskesmas, 14 perawat Ponkesdes, dan staf Dinkes Kabupaten Malang.

Muhandas menambahkan kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 676 juta.

Dalam aksinya, tersangka YC memanfaatkan dana kapitasi BPJS Kesehatan.

Akhirnya 23 Puskesmas memberikan dana talangan menggunakan dana itu.

Namun, tersangka memotong uang talangan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan Ponkesdes.

“Perawat mendapat Rp 750.000. Kemudian ada tambahan dana sehingga​ menjadi 1 juta.”

“Lalu kepala dinas terdahulu memerintahkan untuk menggunakan dana talangan dari dana kapitasi BPJS.”

“Dana tersebut cair pada Agustus 2015. Ada dana yang tak dikembalikan ke puskesmas yang menalangi dana. Malah dana Rp 676 juta malah dipakai sendiri oleh tersangka,” jelas Muhandas.

Sampai saat ini Dinkes Kabupaten Malang belum bisa memberi keterangan terkait kasus yang merugikan ratusan perawat Ponkesdes tahun 2015 silam.

Beberapa kali SURYAMALANG.COM mendatangi kantor Dinkes, tapi Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, dr Ratih Maharani tidak menampakkan batang hidungnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved