Malang Raya

Klompen Batik Karya Dosen UIN Maliki Malang Merambah Pasar Singapura, Jepang hingga Belanda

Usaha klompen yang diberi nama Dinara Wooden Heel itu banyak diminati dan dipesan oleh masyarakat di negara-negara maju seperti Jepang, Belanda dan Si

Klompen Batik Karya Dosen UIN Maliki Malang Merambah Pasar Singapura, Jepang hingga Belanda
edgar
Sri Andriyani, dosen yang juga pengusaha. Perempuan kelahiran Malang, 13 Maret 1975, ini mengekspor klompen batik buatannya sampai Singapura, Jepang, dan Belanda. 

Klompen Batik Karya Dosen UIN Maliki Malang Merambah Pasar Singapura, Jepang hingga Belanda

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sandal kayu atau bakiak atau klompen buatan Sri Andriyani, warga Jalan Tlogo Suryo No 76A, Kota Malang kini laris manis di luar negeri.

Usaha klompen yang diberi nama Dinara Wooden Heel itu banyak diminati dan dipesan oleh masyarakat di negara-negara maju seperti Jepang, Belanda dan Singapura.

Dalam setiap pengiriman, Andriyani yang juga dosen akuntansi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang itu mengirim sekitar 10 kodi.

"Satu kodi itu isinya 20 pasang, biasanya pesanan yang paling banyak dari Belanda," ucapnya saat ditemui SURYAMALANG.COM, Rabu (10/7/2019).

Hingga kini telah ada 95 macam model klompen yang telah diproduksi oleh Andriyani.

Klompen-klompen tersebut dijual mulai harga Rp 25 Ribu - Rp 400 Ribu.

Bahan kayu yang digunakan cukup bervariasi, mulai dari kayu pinus, kayu glugu hingga kayu jati Belanda.

"Kalau yang versi murah kami jual dengan menggunakan kayu pinus. Sedangkan yang premium dari jati Belanda. Bahkan, khusus di Singapura kami menggunakan kayu glugu," ucapnya.

Andriyani mendapatkan kayu-kayu tersebut dari para pengepul di Singosari hingga daerah Gunung Kawi.

Halaman
1234
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved