Breaking News:

Malang Raya

Tatib RW 02 Tebo Selatan Viral, Sekda Pemkot Malang Minta Dicabut Atau Direvisi

Sekda Pemkot Malang, Wasto menginstruksikan pengurus RT, RW, dan lurah untuk mencabut atau merevisi tata tertib (tatib) di RW 02 Tebo Selatan.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Zainuddin
edgar
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Malang, Wasto menginstruksikan pengurus RT, RW, dan lurah untuk mencabut atau merevisi tata tertib (tatib) di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo.

Wasto telah mengundang perwakilan RT, RW, dan lurah Mulyorejo terkait tata tertib (tatib) di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo.

Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan Wasto memberi pemahaman kepada perwakilan RT dan RW tentang pembuatan aturan.

Menurutnya, boleh membuat aturan untuk menjaga keharmonisan di lingkungan RT.

Namun, jangan sampai aturan itu memberatkan warga.

“Mereka diberi pemahaman tentang bagaimana seharusnya membuat aturan itu,” kata Nur Widianto kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, Wasto telah menginstruksikan pengurus RT, RW, dan lurah untuk mencabut atau merevisi tatib yang viral itu.

Pengurus RT dan RW 02 menerima saran dari Pemkot Malang, dan segera rapat membahas tatib selanjutnya.

“Karena akan direvisi, berarti sekarang tatib yang viral itu sudah tidak berlaku,” imbuhnya.

Dia mengimbau masyarakat lebih mengedepankan musyarawah dan mufakat untuk membuat aturan.

Selain itu, hindari hal yang berpotensi membebani warga misal sanksi dengan nominal berlebihan.

“Selanjutnya semua denda yang berupa materi akan diawasi oleh lurah,” ucapnya.

Sebelumnya, Tatib RW 02 Tebo Selatan viral di Facebook karena mencantumkan denda dengan nominal tidak wajar.

Seperti tatib nomor dua misalnya, siapa saja yang pindah masuk menetap ke lingkungan itu mengisi kas RW 2, Mulyorejo, Kota Malang, sebesar Rp1,5 juta sudah termasuk biaya pemakaman.

Warga pindah kontrak dan kos masing-masing mengisi kas sebesar Rp 250.000, dan Rp 50.000.

Selain itu, ada pula sanksi denda bagi seseorang yang berbuat asusila dan memakai narkoba.

Bila ada pelanggaran asusila didenda Rp 1,5 juta, pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) didenda Rp 1 juta, dan denda Rp 500.000 untuk pelaku narkoba dan miras.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved