Kabar Trenggalek

Warga Sambut Gembira Rumah Tidak Layak Huni Direnovasi, Bupati Trenggalek Apresiasi TMMD

Ada delapan rumah yang akan direnovasi dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di Desa Dompyong dan Semurup, Trenggalek.

Warga Sambut Gembira Rumah Tidak Layak Huni Direnovasi, Bupati Trenggalek Apresiasi TMMD
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Rumah Bari (60) warga Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek yang sedang direnovasi program TMMD. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Bari (60) warga Dusun Tumpak Aren, Desa Dompyang, Kecamatan Bendungan tak henti-hentinya tersenyum ketika rumahnya direnovasi dan dikunjungi oleh para pejabat TNI serta Pemkab.

Berkali-kali, ia berterima kasih karena rumahnya yang sebelumnya tak layak huni, kini direnovasi. “Senang sekali dibantu seperti ini. Saya dibantu juga untuk memelihara beberapa ekor sapi susu perah sebagai modal pemasukan,” kata bapak empat anak itu, Kamis (11/7/2019).

Semua bangunan lama di rumah Bari dirobohkan. Saat ini, rumah dalam tahap pembangunan pondasi. Rencananya, rumah itu akan dibangun dengan dinding batu-bata.

Selain rumah Bari, ada tujuh rumah lain yang akan direnovasi dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di Desa Dompyong dan Semurup, Kabupaten Trenggalek.

Selain renovasi rumah, program fisik lain, yakni pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,62 kilometer (km), membangun tembok penahan jalan, dan renovasi mushala.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin menjelaskan, renovasi rumah Bari menelan biaya Rp 15 juta. Dengan perhitungan ala kadarnya, dana tersebut seharusnya tak cukup untuk menyelesaikan renovasi sampai tuntas. “Tapi dengan gotong royong warga, dan dibantu dengan aparat yang ada, akhirnya cukup,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Program TMMD, kata dia, membantu pembangunan di Trenggalek yang tak terjangkau oleh dana pemerintah daerah. Selain itu, pembangunan fisik dalam TMMD juga bisa merambah ke wilayah yang tak bisa dibangun oleh pemkab.

“Seperti jalan, kalau itu bukan jalan ruas kabupaten, kami tidak bisa membangun. Dengan TMMD ini, akhirnya bisa dibangun dengan swakelola antara warga dan gotong-royong TNI,” kata Bupati termuda yang saat ini menjabat itu.

Ke depan, Pemkab Trenggalek akan mendorong skema program serupa untuk daerah-daerah terpenci yang tak tersentuh oleh APBD.

Dua desa di Kecamatan Bendungan sengaja dipilih menjadi sasaran TMMD sekaligus untuk menyambut akses lingkar Wilis. Selain itu, Kecamatan Bendungan juga termasuk salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di sana.

“Pendidikan warganya juga masih di bawah rata-rata daerah lain. PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari sini juga masih kurang. Harapannya daerah ini bisa ‘meroket’,” katanya.

Meroket merupakan semboyan baru yang diusung Mas Ipin dalam membangun Trenggalek. Kata itu adalah akronim dari maju ekonomi rakyatnya, orang dan arganisasinya kreatif, serta ekosistemnya terjaga.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved