Kabar Jombang

Diduga Limbah Cemari Lingkungan, Pabrik Peleburan Accu di Jombang Disegel Satpol PP

Pabrik tersebut diduga mencemari lingkungan akibat mengeluarkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Diduga Limbah Cemari Lingkungan, Pabrik Peleburan Accu di Jombang Disegel Satpol PP
suryamalang.com/Sutono
Pabrik peleburan Accu di Jombang disegel Satpol PP karena tidak berizin dan diduga membuang limbah B2. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Sebuah pabrik peleburan Accu bekas di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, ditutup oleh pemerintah kecamatan setempat bersama Satpol PP Kabupaten Jombang, Jumat (12/7/2019).

Ini setelah pabrik tersebut diduga mencemari lingkungan akibat mengeluarkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Selain itu, perusahaan juga belum mengantongi izin. Sebelumnya, warga memprotes keberadaan pabrik ini karena terganggu oleh limbahnya.

Penutupan dilakukan dengan cara menempelkan kertas pada pintu gerbang pabrik yang ditutup rapat. Inti tulisan menyatakan, perusahaan tersebut ditutup karena melakukan pelanggaran.

Pabrik pembakaran Accu sudah beroperasi sekitar 1,5 tahun lalu. Dilakukan penutupan karena melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Jombang, nomor 9 tahun 2010 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Petugas Satpol PP dalam melakukan penyegelan didampingi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, perangkat desa, kades setempat, serta camat. Saat penyegelan, tim gabungan tidak menemukan pemilik pabrik. Hanya bertemu dua pekerja yang kemudian diminta pulang.

"Kedua pekerja kita minta keluar. Ini sifatnya menutup kegiatannya saja. Karena pihak pabrik sudah ada kesepakatan dengan warga beserta kepala desa dan kecamatan," kata Wiko F Dias, Kepala Bidang Penegakan, Satpol PP Jombang.

Dikatakan Wiko, setelah hasil mediasi dengan tokoh masyarakat desa dan camat, warga setempat memang menghendaki pabrik ditutup. Karena pabrik ini selain belum berizin, dan mengeluarkan B3.

"Penutupan ini mengacu pada perda. Sampai dengan pemilik mengajukan izin. Bila sudah memenuhi izinnya, baru bisa mereka beroperasi kembali. Tentu harus memenuhi ketentuan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan)," imbuhnya.

Camat Bandarkedungmulyo, Mahmudi mengatakan, dari hasil investigasi ditemukan beberapa hal. Pertama, ada kegiatan proses pembakaran aki, untuk diambil timahnya. "Dan ini menimbulkan limbah B3 sehingga menganggu lingkungan masyarakat Desa," kata Mahmudi.

"Kedua, letak tata ruang di wilayah ini bukan termasuk dalam tata ruang industri berat, yang artinya tidak boleh ada limbah B3. Walaupun nanti minta izin, tetap tidak akan kita izinkan. Jadi penyegelan untuk seterusnya," tegasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved