Kota Batu

18 Desa di Kota Batu Ramaikan Festival Olahraga Tradisional Kota Batu

Suara musik itu dimainkan oleh kelompok seni dari perwakilan 18 desa dan kelurahan di kota Batu

18 Desa di Kota Batu Ramaikan Festival Olahraga Tradisional Kota Batu
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Penampilan paguyuban seni Festival Olahraga Tradisional Kota Batu , di Lapangan Desa Beji, Minggu (14/7/2019). 

Ki Iswandi, koordinator paguyuban seni, mengatakan judul tema yang diambil itu menggambarkan kondisi yang ada di Desa Torongrejo.

Yaitu di mana masyarakat Desa Torongrejo, saat ini kondisi sosial masyarakat yang mulai kehilangan tata krama, unggah-ungguh, bahkan lebih mengejar kenikmatan instan globalisasi.

“Oleh karena itu Tong Pikulan Banyu Tampar ini memiliki makna yang berarti bersama menyatu, gotong royong dalam bentuk olahraga tradisional,” ungkapnya seusai penampilan.

Untuk nilai yang paling menonjol di dalam olahraga tradisional, lanjutnya, adalah nilai-nilai kebersamaan untuk menjalin persahabatan.

Adapun alat-alat dalam penampilan yang mereka pakai, seperti tong, tali tampar.

Ia menjelaskan unsur olahraga ini ada pada kegiatan saat mereka mengangkat tong yang berisikan air.

“Tong itu diangkat bersama-sama, dari sini sisi olahraganya adalah seolah-olah sedang berolahraga seperti main bola. Lalu juga ada lompat koprol, dengan dilakukan berlari-lari,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diadakan kegiatan ini, masyarakat lebih mengenal apa saja jenis permainan tradisional.

Kasi Olahraga Rekreasi, Dinas Pendidikan Kota Batu, Ahmad Khusni mengatakan lomba ini sudah diadakan dua kali. Tahun ini diberi kebebasan tema, agar tidak kesulitan memilih gerakan.

Namun, dari 22 desa dan kelurahan di Kota Batu hanya 18 desa dan kelurahan saja yang mengikuti.

Halaman
123
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved