Malang Raya

Ritual Murwakala Candi Kidal Kabupaten Malang, Pembersihan Diri Jiwa Manusia

Murwakala Candi Kidal berlangsung khidmat, Minggu, (14/7/2019). Candi yang berlokasi di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang

Ritual Murwakala Candi Kidal Kabupaten Malang, Pembersihan Diri Jiwa Manusia
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Suasana Murwakala Candi Kidal berlangsung khidmat, Minggu, (14/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, TUMPANG - Murwakala Candi Kidal berlangsung khidmat, Minggu, (14/7/2019). Candi yang berlokasi di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang itu mulai dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya ritual sedari pagi.

Ritual Murwakala Candi Kidal bermakna untuk mengeluarkan sisi tidak baik dalam jiwa manusia. Tari Garudeya mengawali tradisi yang konon sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam.

Setelah itu dilakukan pemotongan rambut. Hingga akhirnya prosesi larung sesaji hasil bumi dilakukan.

Menariknya, Nayaka Praja atau yang berarti pimpinan zaman sekarang turut mengikuti prosesi ritual. Seperti halnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

Jika hadir, Plt Bupati Malang, M Sanusi juga melakukan hal serupa. Namun karena agenda lain, politisi PKB itu urung ikuti ritual. Prosesinya berjalan lancar. Made masuk ke dalam candi, sedangkan  masyarakat lain menunggu dibawah.

"Jadi, orang boleh masuk di dalam ini hanya tanda kutip raja. Jadi jabatan yang boleh dibilang sebagai raja, entah itu dirajakan oleh masyarakat atau memang oleh pemerintah diberikan satu SK menjadi pimpinan boleh dikatakan sebagai raja, karena dia pejabat," ujar salah satu pelaksana Murwakala Candi Kidal, Bambang Supomo.

Terkait makna yang tersirat, Bambang menjelaskan lebih detail, mensucikan kembalk pemikiran yang dilambangkan dengan pengamilan rambut, menjadi makna utama jiwa utama manusia dikiaskan bersih kembali.

"Sesuatu yang membuat dirinya mungkin kedepan membuat kurang baik, diruwat untuk dikeluarkan hal-hal yang kurang bagus," jelas Bambang.

Di sisi lain, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara memuji digelarnya prosesi ruwatan Murwakala Candi Kidal berlangsung lancar.

Made menjelaskan Murwakala Candi Kidal terbuka bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan langsung ritual tradisional itu.

"Murwakala Candi Kidal ini sudah masuk dalam kalender event Kabupaten Malang. Tentunya harapan ke depan bisa lebih dikenal lagi. Ini merupakan cara untuk melestarikan tradisi," jelas Made.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved