Kabar Surabaya

Sikap Soekarwo Terkait Kemungkinan Tawaran Jabatan Menteri dari Pemerintahan Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, menegaskan belum memikirkan kemungkinan tawaran kursi menteri dari Jokowi

Sikap Soekarwo Terkait Kemungkinan Tawaran Jabatan Menteri dari Pemerintahan Jokowi
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo saat ditemui usai menjadi keynote speaker dalam dialog kebangsaan dan pelantikan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) DPC Surabaya di Universitas Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (4/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, menegaskan belum memikirkan kemungkinan tawaran kursi menteri dari Presiden Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini juga enggan memastikan jabatan menteri mana yang akan menjadi target partainya apabila diajak bergabung di pemerintahan.

"Saya nggak ada tanggapan. Saya juga belum ada tawaran," tegas Pakde Karwo ketika ditanya SURYAMALANG.COM terkait tanggapannya mengenai potensi menduduki jabatan kursi menteri saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (14/7/2019).

Meskipun demikian, Pakde Karwo menyebut potensi partainya untuk bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi masih cukup terbuka. Namun, dalam pembicaraan koalisi tersebut, belum pada soal pembagian kursi menteri.

"Setahu saya belum ada (pembicaraan kursi) menteri. Semuanya, masih proses," tegas pria yang juga menjadi Anggota Majelis Tinggi Partai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Pakde Karwo dinilai menjadi satu di antara beberapa kader Demokrat yang berpotensi dipilih Jokowi sebagai menteri. Pengalaman Pakde Karwo sebagai Gubernur Jatim dua periode dinilai menjadi modal dalam mengemban tugas tersebut, utamanya dalam bidang birokrasi.

Di bawah kepemimpinan Pakde Karwo, kondisi Jatim cukup stabil dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang selalu meningkat dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Selama menjadi Gubernur Jatim, Pakde Karwo juga pernah menjadi Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang anggotanya merupakan Gubernur se-Indonesia.

Pada pemilihan presiden lalu, Pakde Karwo bersama mayoritas pengurus di Jawa Timur juga mengusulkan partainya untuk mendukung Jokowi sebelum pada akhirnya Demokrat mendukung pencalonan Prabowo-Sandi.

Tak berhenti di situ, sejumlah orang dekat Pakde Karwo, juga mendirikan relawan pendukung Jokowi dengan nama Jowo yang merupakan akronim dari Jokowi-Soekarwo.

Pakde Karwo dinilai memiliki peluang yang sama dengan beberapa kader lain. Pengamat politik dan hukum Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Saiful Anam, menilai setidaknya ada 3 kader partai Demokrat yang bisa digaet Presiden Jokowi untuk membantunya dalam kabinet 5 tahun ke depan.

Kader pertama yang dimaksud Saiful adalah pendiri Partai Demokrat yakni HM Darmizal MS, pria yang pernah Wasekjen Demokrat saat Ketum partai berlambang Mercy itu dijabat Hadi Utomo.

Darmizal sendiri diketahui telah mendukung Jokowi sejak 6 Mei 2018 dengan mendirikan Relawan Jokowi atau ReJo. Menurutnya, Darmizal dikenal sebagai sosok pebisnis dan piawai dalam dunia politik.

Kader kedua yang disoroti Saiful adalah mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Pakde Karwo. Ia menyebut pengalaman Pakde Karwo selama menjabat di birokrasi bisa menjadi bahan pertimbangan Jokowi untuk menggaetnya menjadi 'pembantu'.

Nama terakhir yang dinilai potensial adalah putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono yakni Agus Harimuri Yudhoyono (AHY). Ia berpandangan AHY merupakan sosok muda yang patut dipertimbangkan oleh Jokowi, jika akan dipakai dalam posisi menteri diera Kabinet Kerja 5 tahun mendatang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved