Selebrita

Hotman Paris Showan Pesantren di Kediri, Ungkap Kasus 'Ikan Asin' di Hadapan Santri

Hotman Paris Showan Pesantren dimanfaatkan untuk menceritakan kasus "ikan asin" di hadapan santri dan pengasuh Ponpes Lirboyo di Aula Al Muktamar.

Hotman Paris Showan Pesantren di Kediri, Ungkap Kasus 'Ikan Asin' di Hadapan Santri
didik mashudi
Hotman Paris saat menghadiri acara Hotman Paris Showan Pesantren di Aula Al Muktamar Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Senin (15/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kegiatan Hotman Paris Showan Pesantren dimanfaatkan untuk menceritakan kasus "ikan asin" di hadapan santri dan pengasuh Ponpes Lirboyo di Aula Al Muktamar, Kota Kediri, Senin (15/7/2019).

Kasus "ikan asin" melibatkan Fairuz A Rafik dengan mantan suaminya Galih Ginanjar serta Pablo Benua dan Rey Utami .

Hotman Paris Masuk Pesantren Kediri, Pamer Cincin Rp 8 Miliar dan Pernah Dapat Honor Rp 50 Miliar

Hotman Paris mulai menangani kasus ini berawal saat Fairuz datang ke rumah Hotman Paris karena merasa dipermalukan oleh mantan suaminya. Karena secara gamblang mantan suami mengungkapkan saat hubungan suami istri tidak betah dengan alasan macam-macam, mulai bau ikan asin dan keputihan. "Itulah kejamnya isi dari youtube. Bahkan nama anaknya juga ikut disebutkan," ujarnya.

Tayangan di YouTube itu direkam oleh Pablo Benua dan yang wawancara Rey Utami. "Setelah melihat tayangan youtube saya memprediksi pasti kena pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE. "Barang siapa menyebarkan konten asusila," jelasnya.

Perjuangan Pablo Benua Bebas Jadi Tersangka, Laporkan Balik Fairuz & Hotman Paris, Sebut 2 Perkara

Hanya berselang 4 hari setelah kasusnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Galih Ginanjar, Pablo dan Rey Utami sudah ditahan polisi.

"Ini contoh betapa pengaruh opini publik sangat penting bagi penegak hukum. Karena penegak hukum juga mendengar," ungkapnya.

Dalam kasus yang menimpa Galih Ginanjar, Pablo dan Rey Utami selalu pamer di depan TV. Sehingga kasusnya semakin menjadi perhatian publik.

Diungkapkan Hotman Paris, dengan perkembangan media sosial saat ini, bukan hanya berita hoax yang ada ancaman pidana. Ada dua lagi yang dapat mendatangkan ancaman pidana yakni menyebarkan konten asusila dapat dijerat hukuman 6 tahun penjara, serta pencemaran nama baik dengan menyebarkan ke media sosial dan elektronik.

"Kasus pencemaran nama baik yang paling sering terjadi di Indonesia. Pelakunya dijerat pasal 27 ayat 3 mencemarkan nama baik seseorang," ungkap Hotman Paris.

Dihadapan penonton yang menyaksikan Hotman Paris Showan Pesantren juga mengingatkan jangan sampai menggunakan nomor HP untuk memaki-maki dan mencemarkan nama baik seseorang.

Karena setelah terjadi penyidikan, HP akan disita dan dibuka dibuka lagi. "Meski anda benar, jangan memakai HP untuk memaki-maki seseorang," ungkapnya.

Malahan ada kasus di Jakarta yang bermula masalah utang piutang perdata yang belum dibayar, karena memakai seseorang diancam hukumab pidana karena mencemarkan nama baik seseorang.

Hotman Paris mencoba memakai sarung kain tenun saat hadir pada acara Hotman Paris Showan Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (15/7/2019) petang.
Hotman Paris mencoba memakai sarung kain tenun saat hadir pada acara Hotman Paris Showan Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (15/7/2019) petang. (didik mashudi)
Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved