Kabar Tulungagung

Menjadi Korban Modus Investasi di Tulungagung, Uang Rp 375 Juta Milik PNS Amblas

Pada Desember 2016 silam, SB didatangi dua orang bernama Agung dan Ike. Saat itu, dua orang ini menawari investasi pulsa dan token listrik dari PT M.

Menjadi Korban Modus Investasi di Tulungagung, Uang Rp 375 Juta Milik PNS Amblas
Google
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Seorang PNS melapor telah kehilangan uang sebesar Rp 375 juta lebih, pada Minggu (14/7/2019) malam. SB (56) inisial PNS tersebut menjadi korban investasi yang diduga bodong.

Pada Desember 2016 silam, SB didatangi dua orang bernama Agung dan Ike. Saat itu, dua orang ini menawari investasi pulsa dan token listrik dari PT M yang berkedudukan di Jakarta.

"Saat itu pelapor diajak ke salah satu rumah di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Tulungagung," terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Senin (15/7/2019).

Di rumah milik AN ini, SB ditawari untuk bergabung dalam investasi ini. Saat itu SB dijanjikan akan mendapatkan keuntungan besar.

Yakin dengan tawaran ini, SB kemudian mentransfer uang sebesar Rp 375 juta lebih ke rekening milik AN. "Proses transfer dimulai 2 Februari 2017, dilakukan bertahap, hingga totalnya mencapai Rp 375 juta lebih," sambung Sumaji.

Dari total uang yang disetorkan, SB dijanjikan keuntungan Rp 212 juta, setelah 23 bulan 10 hari. Namun sampai waktu yang dijanjikan, keuntungan tersebut tidak pernah diterima SB.

Bahkan uang pangkal sebesar Rp 375 juta yang disetorkan, tidak dikembalikan oleh PT M. "SB kemudian melaporkan PT M yang berkedudukan di Jakarta," ujar Sumaji.

Polisi masih melakukan penyelidikan, untuk menindaklanjuti laporan SB. Lebih jauh Sumaji mengatakan, belum dipastikan apakah PT M perusahaan yang kredibel atau bagian modus penipuan.

Namun pihaknya beharap, masyarakat berhati-hati dengan tawaran investasi. Apalagi jika dijanjikan keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang singkat.

"Pelaku penipuan modus investasi selalu menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Masyarakat harus waspada," tegas Sumaji.

Jika mendaptkan tawaran investasi, masyarakat diharapkan mencari informasi terkait perusahaan terkait. Sebab di era digital, informasi kredibilitas perusahaan investasi dengan mudah dicari lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Cek di OJK, perusahaannya benar-benar terdaftar atau tidak," pungkas Sumaji.

Pelacakan secara online, PT M yang dilaporkan SB pernah terjerat kasus penipuan. Bahkan tahun 2017, Bareskrim mabes Polri telah menetapkan direksi perusahaan ini sebagai tersangka.

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved