Kota Batu

Pandhadha Arya Umur 12 Tahun dari Kota Batu, Bukan Anak Seniman tapi Mahir jadi Dalang Wayang Kulit

Pandhadha Arya Wibisono, dalang cilik dari Kota Batu. Di ruang tamu rumahnya, ada lengkap perlengkapan mendalang, seperti wayang, kelir wayang...

Pandhadha Arya Umur 12 Tahun dari Kota Batu, Bukan Anak Seniman tapi Mahir jadi Dalang Wayang Kulit
ist
UMUR 12 TAHUN - Pandhadha Arya Wibisono, dalang cilik dari Kota Batu, menunjukkan piagam penghargaannya. Di ruang tamu rumahnya, ada lengkap perlengkapan mendalang, seperti wayang, kelir wayang, dll. 

Pandhadha Arya Wibisono, dalang cilik dari Kota Batu. Di ruang tamu rumahnya, ada lengkap perlengkapan mendalang, seperti wayang, kelir wayang (layar putih), sorotan lampu, dan wadah untuk meletakkan wayang. Di ruang tengah ada koleksi wayang yang dibelikan orangtua Arya.

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sekilas Pandhadha Arya Wibisono (12) tidak jauh berbeda dari anak-anak seusianya. Namun siapa sangka siswa yang saat ini sekolah di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu itu sudah mendapatkan gelar sebagai Dalang Cilik.

Arya mulai suka dengan wayang sejak usia lima tahun. Sejak kecil Arya memang sudah tertarik dengan hal yang berkaitan dengan wayang. Seperti wayang, musik karawitan, kendang.

"Pas itu saya tampil pertama kali di acara kelurahan. Lalu sering dipanggil untuk tampil di acara tingkat kota. Sangat senang karena suka dengan jalan cerita wayang," kata Arya.

Baru-baru ini. Arya mengikuti Parade Dalang Bocah se-Jatim yang digelar 6 Juli sampai 8 Juli di Ponorogo.

Arya mendapatkan juara sebagai dalang catur terbaik, dengan membawakan cerita berjudul Kongsoleno yang berdurasi 45 menit.

suryamalang.com | FB: Surya Arema | IG: @suryamalangcom
suryamalang.com | FB: Surya Arema | IG: @suryamalangcom (.)

Selain mahir mendalang, Arya juga pintar main karawitan dan kendang. Sejak kecil dia sudah belajar secara otodidak mulai dari memegang wayang, membawakan cerita tentang wayang.

"Sama belajar bahasa Jawa. Ya sewaktu lihat teman-teman main layangan, main bola, lebih suka sama wayang," imbuh bungsu dari tiga bersaudara kelahiran 6 November itu.

Melihat Arya yang memiliki potensi menjadi dalang, orangtua Arya memberikan fasilitas untuk Arya latihan.

Ayah Arya, Yusuf Wibisono, mengatakan, di ruang tengah rumahnya sudah seperti studio pribadi Arya.

"Kami sebagai orangtua sangat mendukung dengan potensi yang jarang dimiliki anak-anak lainnya. Makanya kami sangat mendorong yang jadi hobi anak," kata dia.

Di ruang tamu rumahnya, ada lengkap perlengkapan mendalang, seperti wayang, kelir wayang (layar putih), sorotan lampu, dan wadah untuk meletakkan wayang. Di ruang tengah ada koleksi wayang yang dibelikan orangtua Arya.

"Pokoknya setiap jalan-jalan ke beberapa tempat yang diinginkan ya cuma wayang. Awalnya punya wayang dari kardus, tetapi begitu tahu ada wayang dari kulit, Arya selalu minta itu," ungkapnya.

Yusuf mengatakan tidak ada keturunan seniman di keluarganya. Ia berharap akan ada banyak anak-anak yang seperti Arya, mau melestarikan budaya wayang.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved