Nasional

Sikap Amien Rais Mulai 'Melunak' kepada Jokowi-Maruf Amin, Beri Kesempatan untuk 5 Tahun ke Depan

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais agaknya mulai 'melunak' terkait sikapnya kepada Jokowi dan Maruf Amin, pasangan nomor urut 01

Sikap Amien Rais Mulai 'Melunak' kepada Jokowi-Maruf Amin, Beri Kesempatan untuk 5 Tahun ke Depan
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Amien Rais 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais agaknya mulai 'melunak' terkait sikapnya kepada Jokowi dan Maruf Amin, pasangan nomor urut 01.

Amien Rais meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Maruf Amin selama lima tahun ke depan.

Namun, ia juga meminta supaya masyarakat mengawasi jalannya pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Karena itu ia mengingatkan partai-partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak perlu berebut kursi menteri.

Presiden Jokowi berbincang santai dengan para pemimpin negara G20 di KTT G20, Osaka, Jumat (28/6/2019).
Presiden Jokowi berbincang santai dengan para pemimpin negara G20 di KTT G20, Osaka, Jumat (28/6/2019). (Biro pers setpres)

"Soal kekuasaan berikan kepercayaan dan kesempatan yang utuh ke Jokowi dan Maruf Amin dengan menterinya. Nanti lima tahun kita awasi," ujar Amien saat ditemui di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

"Dan itulah imbas demokrasi. Kalau itu (pembentukan koalisi pemerintahan) terjadi, kita enggak usah ada seperti gempa bumi," lanjut Amien.

Pidato Jokowi Tidak Ada Menyinggung Soal Pemberantasan Korupsi, Ini Pembelaan dari TKN

Amien Rais Bocorkan Isi Surat dari Prabowo, Tapi Belum Bisa Komentar Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo

Karena itu, Amien mengatakan, pembentukan koalisi pemerintahan jangan dijadikan dasar untuk rekonsiliasi usai Pilpres 2019.

Amien menyatakan semestinya rekonsiliasi dilakukan tanpa ada iming-iming jatah kursi menteri.

Sebab, kata Amien, partai oposisi tetap dibutuhkan dalam negara demokrasi.

Jika semua partai di parlemen mendukung pemerintah, maka tak akan ada kritik untuk menjaga kualitas kebijakan.

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Kompas.com)

Ia juga meminta konflik usai Pilpres 2019 jangan dijadikan alasan adanya pembagian jatah menteri dalam proses rekonsiliasi.

"Saya ingin katakan, kita sikapi sesuatu yang amat sangat kecil lah. Masalah ini (konflik usai Pilpres) jangan dibesar-besarkan. Kemudian seolah akan pecah, akan ada huru-hara. Itu jauh dari kamus Bangsa Indonesia," tutur Amien.

"Kita udah mengalami berkali-kali lebih dahsyat pun. Ini (konflik usai Pilpres) ecek-ecek lah. Ada 1948 di Madiun, ada 1965 PKI. Ini (Pilpres) cuma enteng saja. Ini enteng saja enggak usah dibesar-besarkan," lanjut dia.

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved