Kabar Blitar

BPN Kota Blitar Libatkan RT dan RW untuk Percepatan Pengumpulan Berkas Program PTSL

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Blitar mempercepat pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Blitar.

BPN Kota Blitar Libatkan RT dan RW untuk Percepatan Pengumpulan Berkas Program PTSL
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kaur Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan BPN Kota Blitar, Bayu Indrajati. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Blitar mempercepat pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Blitar. BPN menargetkan proses pengumpulan berkas bidang tanah harus selesai September 2019.

"Kami percepat proses pengumpulan berkasnya. Soalnya, sampai sekarang berkas yang sudah lengkap dan masuk ke kami baru separuh," kata Kaur Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan BPN Kota Blitar, Bayu Indrajati, Selasa (16/7/2019).

BPN Kota Blitar menargetkan menerbitkan sebanyak 3.000 sertifikat tanah di program PTSL 2019 ini. Sampai sekarang proses pengumpulan berkas baru mencapai sekitar 1.500 bidang tanah.

Sesuai target, penerbitan sertifikat sejumlah bidang tanah itu dilakukan pada 1 Oktober 2019. Berarti sebelum Oktober 2019, proses pengumpulan berkas sudah harus selesai. "Paling lambat September harus selesai. Kami percepat proses pengumpulan berkasnya," ujar Bayu.

BPN mempercepat proses pengumpulan berkas dengan cara melibatkan RT dan RW. BPN meminta para ketua RT dan ketua RW membantu mendata dan mengumpulkan berkas dari warga yang ikut program PTSL.

"Sebelumnya kami lewat kelurahan. Karena waktunya semakin mepet, akhirnya kami juga melibatkan RT dan RW," katanya.

Dia menjelaskan ada beberapa kendala dalam proses pengumpulan berkas. Misalnya, ada bidang tanah yang statusnya masih waris. Untuk proses pendataan tanah yang statusnya waris, BPN harus menghadirkan pihak yang bisa menjelaskan posisi tanah itu.

Menurutnya, proses itu membutuhkan waktu lama. Selain itu, saat melakukan pengukuran di lokasi, banyak bidang tanah yang tidak ada patok tanda batas. Hal itu juga menyulitkan petugas dalam melakukan pengukuran.
"Kendala lainnya, beberapa pemilik bidang tanah orang luar kota. Mereka tidak punya saudara di lokasi. Kami harus mengundang mereka dulu untuk proses pendataan," katanya.

Dia meminta para warga yang ikut program PTSL agar berperan aktif dalam pengumpulan berkas. Warga bisa datang ke kantor kelurahan untuk mendapat penjelasan prosedur pengumpulan berkas program PTSL.

Sekadar diketahui, dibandingkan tahun lalu, ada penurunan jumlah bidang tanah yang diterbitkan sertifikat pada program PTSL 2019 ini. Pada 2018, BPN Kota Blitar menerbitkan sertifikat untuk 4.561 bidang tanah dari target 5.000 bidang tanah. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved