Kabar Blitar

Dianggap Tak Cocok, Rencana Relokasi Pedagang Loak ke Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar Terancam Batal

Hasil kajian dari Pemkot Blitar menyebutkan kawasan Pasar Hewan Dimoro tidak cocok dipakai untuk pedagang loak.

Dianggap Tak Cocok, Rencana Relokasi Pedagang Loak ke Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar Terancam Batal
suryamalang.com/Samsul Hadi
Tempat relokasi pedagang loak Pasar Templek di bekas RPH Kepanjenkidul saat ini kosong. Pedagang loak menolak tempat relokasi itu karena dianggap terlalu sempit. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Rencana Pemkot Blitar merelokasi pedagang loak di Pasar Templek secara permanen ke sekitar Pasar Hewan Dimoro pada 2019 ini diperkirakan batal. Pasalnya, hasil kajian dari Pemkot Blitar menyebutkan kawasan Pasar Hewan Dimoro tidak cocok dipakai untuk pedagang loak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Arianto, Selasa (16/7/2019). Menurutnya, dari hasil kajian internal menyebutkan Pasar Hewan Dimoro hanya cocok untuk pedagang hewan saja.

Kawasan Pasar Hewan Dimoro tidak bisa dicampur dengan pedagang lain yang jenis barang dagangannya selain hewan. Khawatirnya, kalau ada virus flu burung atau sapi gila, akan merembet ke pedagang lain dan susah melokalisirnya.

"Kalaupaun ada pedagang lain yang ditampung di pasar hewan sifatnya hanya sementara, tidak bisa permanen," kata Arianto.

Disperindag mengusulkan relokasi pedagang loak di Pasar Templek ke sebelah selatan Terminal Patria. Lokasi kios pedagang loak bisa dibangun permanen berdekatan dengan lokasi rencana pembangunan Pasar Induk Sayur di wilayah itu.

"Kami sudah berkirim surat ke pimpinan agar lokasi relokasi pedagang loak dilakukan di selatan terminal (Patria). Lokasinya berdekatan dengan rencana pembangunan pasar induk sayur. Di sana masih ada lahan bengkok milik Pemkot Blitar," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan, anggaran untuk relokasi pedagang loak Pasar Templek ke kawasan sekitar Pasar Hewan Dimoro sudah siap sebesar Rp 3 miliar. Dewan berharap relokasi pedagang loak Pasar Templek tetap bisa terealisasi tahun ini.

Soal hasil kajian dari Pemkot Blitar yang menyebutkan Pasar Hewan Dimoro tidak cocok untuk pedagang loak, kata Totok, perlu ada kajian ulang. Menurutnya, kajian itu masih satu pihak dari Pemkot Blitar.

"Kajian itu masih satu pihak dari Pemkot Blitar. Perlu ada kajian lagi dari pihak luar. Sebab, janji wali kota dulu, kawasan utara dipakai untuk zona perekonomian dan perkantoran," katanya.

Seperti diketahui, rencana relokasi pedagang loak Pasar Templek sebenarnya sudah sejak 2018 lalu. Tapi, proses relokasi gagal karena belum ada kesepakatan antara pedagang dan Pemkot soal lokasi relokasi.

Pemkot Blitar ingin merelokasi pedagang di bekas Rumah Potong Hewan (RPH) Kepanjen Kidul. Pedagang menolak tempat relokasi itu karena dinilai terlalu sempit. Akhirnya, antara Pemkot Blitar dan pedagang sepakat memilih tempat relokasi di kawasan sekitar Pasar Hewan Dimoro. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved