Kabar Jember

Gedung SMPN 3 Tanggul Jember Disegel Ahli Waris, Murid Baru Ikuti PLS di Bekas Kantor UPT Pendidikan

PLS dilakukan di luar gedung skolah menyusul disegelnya SMPN 3 Tanggul oleh pihak yang mengatasnamakan ahli waris tanah yang ditempati SMPN 3 Tanggul.

Gedung SMPN 3 Tanggul Jember Disegel Ahli Waris, Murid Baru Ikuti PLS di Bekas Kantor UPT Pendidikan
suryamalang.com/Sri Wahyunik
SMPN 3 Tanggul Jember di pintu masuk sekolah terpasang segel oleh ahli waris pemilik tanah. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Murid baru di SMPN 3 Tanggul terpaksa menjalani masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di bekas Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Tanggul, Senin (15/7/2019). PLS dilakukan di gedung itu menyusul disegelnya SMPN 3 Tanggul oleh pihak yang mengatasnamakan ahli waris tanah yang ditempati SMPN 3 Tanggul.

PLS dilakukan mulai hari ini hingga Rabu (17/7/2019). Masa PLS ini diikuti oleh siswa baru di kelas VII SMPN 3 Tanggul. Sedangkan siswa kelas VIII dan IX masih belum ada kegiatan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Karenanya, pihak sekolah dan diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan Jember, PLS siswa baru dilakukan di aula bekas Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Tanggul.

"Hanya untuk PLS saja, untuk KBM selanjutnya kami menunggu dari Dinas Pendidikan. Apa kata pihak dinas," ujar Kepala SMPN 3 Tanggul. Harnik Purwati yang dihubungi Suryamalang.com, Senin (15/7/2019).

Ada 191 siswa baru di SMP tersebut. Mereka terbagi dalam enam rombongan belajar. "Alhamdulillah, seluruh rombel sebanyak enam rombel terpenuhi, total murid (kelas VII) ada 192 orang tetapi satu orang mundur. Sehingga yang mengikuti PLS sebanyak 191 orang," imbuh Harnik.

Meski mengikuti PLS di ruangan bukan sekolah mereka, lanjut Harnik, para siswa baru itu terlihat bersemangat. Para guru, imbuhnya, juga memberikan suntikan semangat kepada para siswa baru itu.

Harnik berharap para murid SMPN 3 Tanggul nantinya bisa segera menempati bangunan SMPN 3 Tanggul. Sementara itu, di depan gapura masuk SMPN 3 Tanggul, terdapat papan seng berwarna hijau menutup jalan masuk di bawah gapura menuju sekolah itu.

Di papan seng tertempel tulisan permintaan maaf dan pernyataan jika ahli waris tanah itu menyegel sekolah itu. Hal itu berdasarkan putusan PN Jember tanggal 29 Mei 2019.

Di sisi lain, dari informasi yang dihimpun Suryamalang.com, Pemkab Jember masih belum menerima putusan tersebut dan mengajukan banding. Namun pejabat di Dinas Pendidikan meminta Suryamalang.com mengkonfirmasi hal itu ke Kepala Dinas Pendidikan Jember, Edy Budi Susilo. Dan Edy belum bisa dihubungi karena dia mendapatkan tugas belajar singkat di luar negeri.

Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Jember, Irwan Salus P membenarkan PLS murid kelas VII SMPN 3 Tanggul sementara memakai aula bekas Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Tanggul. "Semoga dalam waktu dekat ada penyelesaian. Kami juga menunggu kepala dinas datang. Semoga dalam waktu satu - dua hari sudah ada solusi," ujar Irwan.

Jika sampai masa KBM berjalan, masih ada penyegelan dari pihak ahli waris, maka Dinas Pendidikan bakal menempuh beberapa langkah, di antaranya memakai sebuah SD di dekat kantor UPT Pendidikan itu untuk lokasi KBM murid SMPN 3 Tanggul. Namun kepastian langkah itu masih akan menunggu kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Jember, Edy Budi Susilo.

Sengketa tanah yang ditempati SMPN 3 Tanggul antara ahli waris tanah dan Pemkab Jember berjalan sudah bertahun-tahun. Beberapa waktu terakhir terjadi penyegelan di depan sekolah itu. Bahkan saat penerimaan rapor murid pada Juni lalu, Pemkab Jember dan jajaran Polres Jember bernegosisasi dengan ahli waris untuk membuka segelan.

Akhirnya guru dan para murid diberi jalan untuk masuk ke sekolah di masa pengambilan rapor. Setelah itu, KBM di sekolah itu libur, sampai masa masuk sekolah per 15 Juli 2019 ini.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved