Kabar Mojokerto

Alat Kontrasepsi Berceceran, Ada 8 Pasangan Bukan Suami Istri di Rumah Kos Kota Mojokerto

Razia rumah kos di Kota Mojokerto menemukan delapan pasangan yang bukan suami istri dan seorang pria yang diduga merupakan pecandu narkoba.

Alat Kontrasepsi Berceceran, Ada 8 Pasangan Bukan Suami Istri di Rumah Kos Kota Mojokerto
febrianto ramadani
Sejumlah pasangan yang bukan suami istri dan satu pria yang diduga pecandu narkoba terjaring razia satpol pp kota Mojokerto, Rabu (17/7/2019) 

Razia rumah kos di Kota Mojokerto menemukan delapan pasangan yang bukan suami istri dan seorang pria yang diduga merupakan pecandu narkoba.

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Razia rumah kos oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, berbuntut keributan di Pulorejo, Kota Mojokerto, 17 Juli 2019.

Seorang perempuan penghuni kos berontak ketika akan dimasukkan ke truk menuju kantor Satpol PP.

Ibu tersebut menolak dibawa dengan alasan hendak dijemput oleh suaminya.

Sambil menghubungi suaminya, ia juga berusaha menenangkan anak perempuannya yang menangis.

Karena nomor yang dihubungi oleh ibu tersebut tidak menjawab, Satpol PP mengarahkan ibu beserta anaknya untuk segera masuk truk Satpol PP.

Razia ini menyasar beberapa rumah kos di Jalan Tribuana Tungga Dewi dan berakhir di jalan raya Pulorejo.

Dalam razia tersebut, Satpol PP menemukan alat kontrasepsi yang berceceran di kost, delapan pasangan yang bukan suami istri dan seorang pria yang diduga merupakan pecandu narkoba.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, mengatakan, pihaknya akan memeriksa identitas dan melakukan tes darah terhadap delapan pasangan yang bukan suami istri dan seorang pria yang diduga merupakan pecandu narkoba.

"Setelah kami periksa identitas dan melakukan tes darah, apabila diperlukan kami akan membawanya ke Polres Mojokerto Kota," ujar Dodik, Rabu (17/7/2019).

Untuk mencegah terjadinya peredaran dan pengguna narkoba di lingkungan kost, lanjut Dodik, pihak Satpol PP kota Mojokerto akan melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan di sekitar kost untuk melakukan pengawasan.

"Apabila ditemukan peredaran dan pengguna narkoba dalam lingkungan kost, kami akan menyegel dan mencabut kegiatan operasional dari kost," jelasnya. Febrianto Ramadani

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved