Kabar Surabaya

Farid dan Kekasih Gelapnya Berduaan di Apartemen Lalu Lempar Barang Senilai Rp 50 Juta

Dia seakan membela terdakwa Laila bahwa kekasih gelapnya itu tidak tahu isi tas yang dibawanya

Farid dan Kekasih Gelapnya Berduaan di Apartemen Lalu Lempar Barang Senilai Rp 50 Juta
Syamsul Arifin
Farid Ali dan Hasni Laila di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. 

Dia seakan membela terdakwa Laila bahwa kekasih gelapnya itu tidak tahu isi tas yang dibawanya.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dua terdakwa Farid Ali dan Hasni Laila tak berkutik di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Sejoli ini sempat dianggap tak jujur saat memberikan keterangan.

Keduanya terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sedangkan Hasni dijerat pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terdakwa Farid yang mengantarkan narkotika jenis sabu seberat 48,59 gram beserta pembungkusnya dan 1 plastik klip berisi dua bungkus extacy dengan berat 38,34 gram kepada kekasihnya itu tidak mengakui bila Laila tidak mengetahuinya.

Dia seakan membela terdakwa Laila bahwa kekasih gelapnya itu tidak tahu isi tas yang dibawanya. Pasalnya, saat digrebek oleh kepolisian di apartemen Pavilion Permata Tower I, Surabaya itu, Laila membuang tas di balkon.

"Pakai logikanya dong, kalau isinya nasi goreng tidak akan dibuang. Lah terdakwa Laila kok membuang tas saat digrebek polisi," kata ketua majelis Dwi Purwadi geram, Rabu, (17/7/2019). 

"Saya tahu kalau barang itu narkoba yang mulia," jawab Laila.

Farid hanya menunduk. Ironisnya, Farid telah ditahan atas kasus yang sama. Ia divonis selama satu tahun akibat narkotika.

"Kali ini kamu mau jual barang itu? Kasus sebelumnya kamu memakai barang itu," tanya hakim Dwi. 

Lantas Farid mengaku hanya untuk dikonsumsi pribadi. "Jangan asal ngomong kamu, mau dikonsumsi sendiri pakai logika dong. Kami menangani kasus narkoba," tegas hakim Dwi. 

Sementara Laila mengaku dirinya di apartemen tersebut bersama seseorang bernama Wafis. Dia mengaku tidak mengkonsumsi barang itu. Dia membuang barang bukti lantaran disuruh oleh Wafis. 

"Saya takut saat digrebek," akui Layla. 

Diketahui, kejadian ini bermula pada 26 Februari 2019. Di sebuah apartemen tersebut anggota kepolisian dari Polrestabes Surabaya mendapat informasi dari masyarakat ada penyalahgunaan narkotika di apartemen tersebut. 

Tepatnya di kamar 201 terdakwa mengetahui kedatangan dua petugas polisi dan membuang satu kantong plastik ke halaman parkir apartemen

Farid Ali dalam pengakuannya mendapat narkoba jenis sabu-sabu dari seorang kenalan semasa mendekam di Lapas Porong beberapa tahun lalu, inisialnya, M. Farid membeli semua barang haram itu senilai Rp 50 juta. Syamsul Arifin

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved