Malang Raya

Jangan Gampang Percaya Bujuk Rayu Bisa Masuk UM

Dr Adi Atmoko MSi meminta masyarakat jangan percaya bujuk rayu bisa memasukkan ke UM.

SURYAMALANG.COM,  KLOJEN - Dr Adi Atmoko MSi, Ketua Panitia Seleksi Jalur Mandiri Universitas Negeri Malang (UM) meminta masyarakat jangan percaya bujuk rayu bisa memasukkan ke UM.

Sebab semua harus melalui mekanisme ujian atau seleksi.

“Misalkan ada yang bilang kenal orang dalam, kenal rektor,” kata Adi pada suryamalang.com, Rabu (17/7/2019).

Daripada jadi korban penipuan, mending menyiapkan diri dengan belajar buat ujian dan berdoa.

Berdoa juga perlu. Karena kan juga tidak tahu bagaimana persaingan di prodi itu saat seleksi.

Jadi perlu juga upaya spiritual. Selama pelaksanaan seleksi mandiri UM yang lewat mekanisme TMBK (Tes Masuk Berbasis Komputer) juga dipantau pengawas ujian.

Dokumen peserta ujian juga dicek pengawas ruang sebagai antisipasi nama dan orang yang berbeda.

Peserta juga tidak boleh membawa HP dan alat tulis hanya disediakan panitia. Selain itu juga diacak nomer pesertanya.

Seleksi mandiri UM dilakukan dua metode. Yaitu memakai nilai UTBK SBMPTN dan TMBK.

Dari kuota UM, seleksi mandiri akan mengambil 2000 calon mahasiswa baru.

Karena ujiannya sehari memiliki tiga sesi, maka tidak terlalu nampak keramaian. Apalagi mahasiswa UM juga masih libur kuliah.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved