Kabar Pasuruan

Seorang Isteri Sedang Hamil di Suruh Antar Pesanan Sabu di Pasuruan, Suami Kabur dan Dikejar Polisi

Satresnarkoba Polres Pasuruan menangkap sembilan orang tersangka penyalahgunaan sabu - sabu di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Seorang Isteri Sedang Hamil di Suruh Antar Pesanan Sabu di Pasuruan, Suami Kabur dan Dikejar Polisi
suryamalang.com/Galih Lintartika
Tersangka perempuan pengedar narkotika jenis sabu diamankan Satreskoba Polres Pasuruan 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Satresnarkoba Polres Pasuruan menangkap sembilan orang tersangka penyalahgunaan sabu - sabu di wilayah hukum Polres Pasuruan. Tangkapan itu dilakukan selama sepekan yang digelar dalam konferensi pers, Rabu (17/7/2019) siang.

Dari para tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 73,75 gram sabu - sabu. Dari sembilan tersangka itu, satu tersangka berjenis kelamin perempuan. Dia berinisial ANS. Perempuan berjilbab ini diamankan di kawasan Beji dua hari yang lalu.

Status ANS adalah bandar. Ia diduga kuat menjalankan bisnis haram ini bersama suaminya. Sayangnya, saat ANS tertangkap, suaminya langsung melarikan diri. Saat ini, pihak kepolisian masih berusaha mengejar suami ANS ini.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono mengatakan, ANS ini ditangkap saat mengantarkan sabu pesanan pembeli di kawasan Beji. Saat itu, ia diminta suaminya untuk mengantarkan barang tersebut.

"Saat mengantarkan sabu dan tersangka kami gerebek. Kami tangkap dan geledah, kami temukan barang bukti sekitar 22 gram. Sabu itu disimpan di dalam sebuah bungkus rokok," kata Supriyono.

Ia menjelaskan, setelah itu, ANS dibawa ke tempat kosnya. Disana, pihaknya melakukan penggeledahan. Hasilnya menemukan baeang bukti sabu lagi.

"Jadi kalau di total, di rumah ANS sama di TKP, kami temukan sabu sebanyak 59 gram. Saat ini, kami masih mengejar suaminya," jelasnya.

Kasat Narkoba Polres Pasuruan Iptu Sugeng Prayitno menambahkan, dalam pemeriksaan sementara, pihaknya menduga bisnis pasutri ini sudah berjalan sejak lama.

Sebab, sudah banyak barang bukti yang diamankan. Secara analisa, tidak mungkin pemain baru membeli banyak sabu. Ini adalah pemain lama, meski tersangka mengaku baru dua bulan beroperasi.

"Ini masih kami dalami. Semoga kami bisa kembangkan untuk tersangka selanjutnya atau bandar - bandar lainnya," urainya.

Tersangka ANS diketahui hamil dua bulan. Itu berdasarkan pengakuan ANS terhadap polisi. Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah benar tersangka ini hamil atau tidak.

Kepada Suryamalang.com, ANS mengaku tidak mengetahui bahwa yang ada di dalam bungkus rokok itu sabu. Ia menyebut, hanya diminta antar suaminya.

"Saya tidak tahu isinya apa. Saya hanya disuruh mengantarkan saja ke Beji dan dilempar saja. Saya juga tidak kenal sama yang beli itu," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved