Berita Malang

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Maling Leptop & Uang di SDIT Ahmad Yani Buron & Jaringan Calo di UB

Berita Malang populer hari ini, kronologi maling leptop dan uang di SDIT Ahmad Yani yang kini buron dan jaringan calo di UB setelah penyelidikan.

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Maling Leptop & Uang di SDIT Ahmad Yani Buron & Jaringan Calo di UB
Suryamalang.com/kolase
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Maling Leptop & Uang di SDIT Ahmad Yani Buron & Jaringan Calo di UB 

SURYAMALANG.COM - Berita Malang populer hari ini Kamis, 18 Juli 2019 salah satunya soal maling leptop dan uang di SDIT Ahmad Yani. 

Selain itu berita Malang populer lainnya juga menyangkut kasus jaringan calo Mahasiswa baru di UB (Universitas Brawijaya). 

Agar lebih jelas, langsung saja simak  berita Malang populer hari ini yang telah dirangkum SURYAMALANG.COM.

1. Maling leptop dan uang di SDIT Ahmad Yani buron

Pria berbusana rapi terekam CCTV saat mencuri di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani, Jalan Kahuripan Kota Malang pada Rabu (17/7/2019).

Dalam aksinya itu pelaku mengambil tas yang berisi surat-surat sekolah, sebuah laptop dan dompet berisi uang senilai Rp 1,2 Juta.

Berdasarkan bukti rekaman CCTV, pelaku yang memakai baju hijau bercelana hitam itu memasuki ruang yayasan pada saat keadaan kosong.

Saat itu, pelaku langsung menuju ke sebuah tas yang menjadi target incarannya.

Saat Kasir BRI Hitung Uang, Tiba-tiba Perampok Datang dan Tusuk Perut Satpam, Aksinya Terekam CCTV

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani yang terletak di Jalan Kahuripan Kota Malang, Rabu (17/7/2019).
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani yang terletak di Jalan Kahuripan Kota Malang, Rabu (17/7/2019). (edgar)

Setelah itu, pelaku mengambil sebuah laptop yang ditaruh di atas meja.

Sebelum meninggalkan tempat, pelaku hampir saja membawa tas lagi yang berada di kursi.

Dikarenakan berat, tas itu kemudian ditinggalkan dan pelaku langsung kabur.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Keagamaan SDIT Ahmad Yani, Muflihun mengatakan, pencurian itu terjadi sekitar pukul 09:55 WIB.

Pada saat itu, semua orang yang ada di kantor yayasan sedang ke Masjid Jenderal Ahmad Yani.

Nenek 74 Tahun asal Tulungagung Naik Haji, Hidup Sebatang Kara dan Penyandang Disabilitas

Syafi'i Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SDIT Ahmad Yani Kota Malang saat menunjukkan posisi tas yang diambil oleh pencuri, Rabu (17/7/2019).
Syafi'i Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SDIT Ahmad Yani Kota Malang saat menunjukkan posisi tas yang diambil oleh pencuri, Rabu (17/7/2019). (edgar)

Karena pada saat itu sedang ada acara silaturahmi dan halal bihalal tenaga pendidik dan kependidikan se-Kecamatan Klojen.

"Waktu itu ruangan kosong dan pintunya tertutup tapi tidak terkunci. Mungkin dia sudah mengamati dari awal sehingga dia masuk dan mengambil barang-barang kami," ucapnya.

Barang yang diambil oleh pelaku itu merupakan laptop milik Bu Ida Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan sebuah tas milik Pak Oni Bagian TU.

Kata Muflihun, sekitar pukul 10:15 WIB Oni sempat kembali ke kantor yayasan untuk mengambil minum.

VIDEO - Pria Berbusana Rapi Curi Laptop dan Uang Rp 1,2 Juta di SDIT Ahmad Yani, Kota Malang.
VIDEO - Pria Berbusana Rapi Curi Laptop dan Uang Rp 1,2 Juta di SDIT Ahmad Yani, Kota Malang. (edgar)

Waktu itu ia menyadari jika tasnya tidak ada.

Namun ia mengabaikan saja dan kembali ke Masjid Jenderal Ahmad Yani karena acara akan selesai.

"Oni ini baru sadar lagi ketika acara selesai. Setelah dicari dan tidak ada, kemudian ia mengecek kamera CCTV. Dari tayangan tersebut ia menyadari kalau tasnya dicuri," terangnya.

Sementara itu Syafi'i Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SDIT Ahmad Yani akhinya melaporkan kejadian itu ke Polsek Klojen sekitar pukul 12:00 WIB.

Dalam laporan itu ia menyertakan rekaman bukti CCTV agar dicek oleh tim penyidik Polsek Klojen.

Meski banyak CCTV yang ada di SDIT Ahmad Yani, Syafi'i mengatakan, hanya di dalam ruangan saja yang aktif.

Sementara yang di luar sekolah dan di sekitaran Masjid Jenderal Ahmad Yani masih dalam perbaikan.

"Memang ini sebuah musibah, yang masih saya ingat itu ciri-cirinya dia tinggi besar, pakai baju warna hijau dan celana hitam. Ya semoga saja kasus ini bisa segera terungkap," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Polisi dari Polsek Klojen masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

"Sabar, saat ini tim sedang bergerak untuk mencari keberadaan pelaku," ucap Kapolsek Klojen Kompol Budi Hariyanto.

2. Kasus jaringan Calo Maba di UB 

Ketua Tim Advokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dr Prija Djatmika SH MHum berencana akan lapor ke polisi terkait penyebaran brosur bisa masuk UB lewat ‘jalur belakang’ lewat seleksi jalur mandiri.

Polresta Malang telah melepaskan pelaku penyebaran brosur MA di pintu keluar UB JL Mayjen Panjaitan, Selasa (16/7/2019) dengan alasan kurang memenuhi unsur pidana.

Pada Senin (15/7/2019),  UB menyerahkan pelaku kepada polisi.

“Kami memang belum melaporkan. Hanya menyerahkan pelaku. Saya akan konsultasi dengan Kopolres Pak Asfuri,” jelas dia saat ditemui di gedung rektorat UB, Rabu (17/7/2019).

Baru Saja Damai, Rosa Meldianti Berulah Lagi Mendebat Dewi Perssik, Sang Tante Beri Teguran Tegas

Ini penampakan brosur dan stiker masuk Universitas Brawijaya Malang lewat
Ini penampakan brosur dan stiker masuk Universitas Brawijaya Malang lewat "jalur belakang" saat seleksi mandiri UB yang disebar pada peserta usai ujian, Senin (15/7/2019). (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Meski disesalkan, namun mungkin pelepasan pelaku oleh polisi diduga ada tujuannya, seperti mengetahui jaringannya.

Polisi melepas karena belum ada korbannya.

“Tapi kalau dilepas dan hanya wajib lapor juga sampai kapan?” ujarnya.

Dikatakan, sebagai ahli pidana,  kasus itu sebenarnya sudah memenuhi unsur pidana.

Dimana ada upaya penipuan meski tidak selesai karena digagalkan. Namun bisa dijerat dengan pasal 378 KUHP jungto pasal 53 jungto pasal 88 KUHP tentang permufakatan jahat.

“Pak Rektor menyampaikan harapannya agar kasus ini bisa tuntas. Dan ini bisa jadi pintu masuk termasuk apa benar ada orang dalam UB yang terlibat,” kata mantan wartawan ini.

Jika tidak diteruskan penyelidikannya, maka UB juga tidak mengetahui kebenaran keterlibatan orang dalam dalam membantu di ‘jalan belakang’.

Mama Kesepian Simpan Brondong 17 Tahun di Kamar Hotel, Ngaku sebagai Ibu dan Anak, Kedok Terbongkar!

Ketua Tim Advokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dr Prija Djatmika SH MHum
Ketua Tim Advokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dr Prija Djatmika SH MHum (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Misalkan ada diam-diam melobi dekan. Tapi peluang ke dekan juga sudah tertutup.

Sebab rektor dan dekan tidak mau menerima tamu terkait jalur mandiri UB.

Tentang jaringan MA, kata Prija, kemungkinan juga skala nasional. Disebutnya pada tahun lalu, kelompok ini juga menyebarkan brosur  di UB tapi tidak tertangkap.

Tapi tahun ini tertangkap. MA dalam pengakuannya kepada Prija juga mengedarkan brosur dan stiker dalam dua amplop itu di Universitas Pancasila Jakarta saat UGM menggelar seleksi ujian mandiri di Jakarta.

Saat di Jakarta, MA mendapat upah Rp 500 ribu untuk penyebaran brosur itu.

Setelah Jakarta, penyebaran brosur dilakukan di UIN Surabaya dan dilanjutkan ke UB Malang dimana ia mendapat uang Rp 300 ribu.

Dari tas MA disebut Prija ada sekitar 500 amplop. Jika yang menyebarkan amplop itu ada delapan orang sebagaimana pengakuan MA, kemungkinan anggota kelompok MA juga sebanyak itu.

“Kalau 500 amplop kali delapan orang sudah membawa 4000 amplop,” papar Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum UB ini.

Disebutnya, anggota kelompok penyebar brosur datang ke UB naik dua kendaraan.

Sehingga total ada 10 orang dengan delapan oranh bertugas menyebarkan brosur di empat pintu keluar UB. Yaitu di gerbang Panjaitan, Watugong, BNI dan Veteran.

MA sesuai gambaran di foto masih sangat muda, ganteng dan ternyata masih kuliah semester 6 di PTS di Surabaya, tepatnya di Fakultas Pertanian.

MA diamankan pada Senin (15/7/2019) pukul 11.30 WIB saat mengedarkan brosur di pintu keluar gerbang Panjaitan pada peserta jalur mandiri UB sesi pertama.

Salah satu penerima brosurnya adalah karyawan UB dan melaporkan ke keamanan UB.

MA kemudian diamankan di mako UB dan dibawa ke lantai 7 rektorat UB bertemu dengan Wakil Rektor II UB.

3. Kepala Dispendukcapil buka suara terkait server tanda tangan digital 

Server tanda tangan elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang sedang mengalami gangguan sejak beberapa hari lalu.

Kondisi itu membuat pelayanan kepengurusan dokumen catatan sipil bagi warga mengalami gangguan.

“Error itu kerap terjadi waktu pagi. Tapi menjelang siang, biasanya sudah mulai bisa tapi tidak lancar.”

“Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu,” ujar Siti Meicharini, Kepala Dispendukcapil kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (17/7/2019).

Antrean pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Rabu (17/7/2019).
Antrean pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Rabu (17/7/2019). (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Wanita yang akrab disapa Rini itu menjelaskan kondisi tersebut memaksa layanan one day service di Dispendukcapil tersendat.

Demi kelancaran layanan, Rini menginstruksikan kembali ke tanda tangan non elektronik.

Konsekuensi dari gangguan ini adalah pengambilan dokumen butuh waktu sekitar lima hari.

“Kami untuk sementara kembali ke tanda tangan basah sambil menunggu maintanance server selesai. Semoga saja bisa lancar kembali,” beber Rini.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Sri Meicharini
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Sri Meicharini (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Namun, untuk proses perekaman dan percetakan e-KTP tidak ada kendala.

Sampai sekarang sisa blangko yang tersisa mencapai 400 lembar.

Sedangkan jumlah antrean surat keterangan mencapai 28.000 permintaan.

Print Ready Record (PRR) mencapai 16.000. Sejak usai berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) beberapa waktu lalu, jumlah pemohon e-KTP dan dokumen kependudukan lain melonjak.

Agar antrean tidak terlalu pelik, pihaknya akan menambah 10 alat pencetak e-KTP.

Realisasi pengadaan alat tersebut dianggarkan dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2019.

Penambahan itu diharap dapat memacu produktivitas di Dispendukcapil menjadi lebih cepat.

Rini menerangkan satu unit alat rata-rata bisa mencetak 250 e-KTP per hari.

Namun, kalau permintaan sedang ramai, sehari bisa sampai 1.000 e-KTP.

“25 unit itu akan didistribusikan ke 33 kecamatan. Hanya dua unit yang ditaruh di kantor induk,” jelas Rini.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved