Kabar Surabaya

Hadi Margo Tetap Jadi Komisioner Meski Tak Jabat Ketua Bawaslu Surabaya, Pengamat: Lebih Baik Mundur

Pasca pemberhentian sebagai Ketua oleh DKPP RI, Hadi Margo tetap akan berada di Bawaslu Surabaya dengan menjabat sebagai anggota Komisioner.

Hadi Margo Tetap Jadi Komisioner Meski Tak Jabat Ketua Bawaslu Surabaya, Pengamat: Lebih Baik Mundur
Ist
Pesidangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah memberhentikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Hadi Margo Sambodo. Pasca pemberhentian tersebut, Hadi Margo tetap akan berada di Bawaslu Surabaya dengan menjabat sebagai anggota Komisioner.

Komisioner Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaifi menjelaskan, pihaknya siap menindaklanjuti putusan tersebut. "Prinsipnya, kami taat dan patuh terhadap keputusan DKPP," kata Aang kepada Suryamalang.com di Surabaya, Kamis (18/7/2019).

Untuk mencari pimpinan Bawaslu Surabaya yang baru, pihaknya akan mendorong Bawaslu Surabaya melakukan rotasi jabatan. "Masing-masing anggota kan tidak ada yang diberhentikan secara permanen. Sehingga, akan ada rotasi," jelas Aang.

"Dia (Ketua Bawaslu Surabaya) akan tetap di Bawaslu dengan menjadi anggota. Sedangkan penggantinya berasal dari Komisioner yang lain," kata Komisioner yang membawahi Divisi Pencegahan ini.

Sementara Pengamat politik Surabaya Survei Centre (SSC), Surokim Abdussalam menilai, keberadaan Hadi Margo di Bawaslu Surabaya akan menurunkan legitimasi penyelenggaran pemilu. Oleh karenanya, Surokim berpendapat sebaiknya Hadi Margo mundur dari komisioner Bawaslu.

"Mundur jauh lebih elegan untuk meletakkan tradisi baru dalam jabatan publik penyelenggara pemilu. Akan lebih elegan secara etis mundur, meskipun secara hukum tidak perlu," kata Surokim kepada Suryamalang.com dikonfirmasi terpisah.

Apabila tak ada restruktur di tubuh Bawaslu Surabaya, pihaknya khawatir masyarakat tak lagi percaya dengan penyelenggara pemilu. "Respek masyarakat akan nihil. Sekalipun berprestasi, bawaslu akan sulit dapat apresiasi publik," katanya.

Dengan tak adanya kepercayaan dari masyarakat, pihaknya pesimis penyelenggara pemilu bisa menyelesaikan tugas dengan baik. "Legitimasi sebagai pengawas pemilu dimata publik juga kian tergerus. Apabila respek dan kepercayaan publik terhadap pengawas sudah nihil, sulit rasanya bisa mengawal pemilu dengan lebih elegan dan terhormat," urainya.

Sebagai gantinya, Surokim yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Bahasa (Fisib) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini mengusulkan Komisioner Bawaslu diambil dari daftar cadangan hasil seleksi sebelumnya. "Secara jabatan, mereka bukan lagi Ketua. Namun, tetap menjadi anggota sehingga orangnya sama. Oleh karenanya, sulit menurut saya untuk bisa mengembalikan legitimasi pemilu apabila orangnya tetap sama," katanya.

Untuk diketahui, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) RI memberhentikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Hadi Margo Sambodo. Hadi Margo diberhentikan dari jabatannya karena dinilai melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved