Kabar Banyuwangi

Lima Inovasi Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Sinovik dari MenPAN-RB

Lima program tersebut adalah Rantang Kasih, Banyuwangi Mall, CHIPS, Barisan Siap, hingga Banyuwangi Festival

Lima Inovasi Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Sinovik dari MenPAN-RB
Ist
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menerima penghargaan lima inovasi pelayanan publik dari MenPAN-RB, Syafruddin. 

Polres Banyuwangi berhasil meraih penghargaan serupa lewat program Barisan Siap. “Barisan Siap” adalah akronim dari Bhabinkamtibmas Respons Pengaduan Setiap Masalah Publik, di mana salah satu programnya adalah pendirian rumah singgah bagi ibu hamil berisiko tinggi di Dusun Krajan, Jambewangi, Sempu, kawasan tepi hutan yang terdekat dengan Gunung Raung.

“Salah satu inisiatornya adalah  Brigadir Oki Heru, anggota Polsek Sempu yang berinisiatif mengajak warga gotong-royong membangun rumah singgah. Rumah singgah ini menjadi tempat transit bagi ibu hamil beberapa hari sebelum perkiraan kelahiran,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi.

Program lain asal Banyuwangi yang berhasil meraih penghargaan adalah program pemberian makanan bergizi kepada lansia yang hidup sebatang kara (Rantang Kasih). Lalu Banyuwangi Mall, sebuah marketplace yang dibuat pertama kali oleh sebuah kabupaten di Indonesia.

Tidak hanya untuk memasarkan produk UMKM, Banyuwangi Mall juga mengedukasi pelaku mikro meningkatkan kualitas produknya agar mudah dipasarkan.  Program lainnya adalah “Chips Primadona Kami” (Calon Harapan Insan Penghuni Surga, Prioritas Melayani dan Solusi Nasib Keluarga Miskin).

Sementara itu, Penghargaan UNPSA yang diraih Banyuwangi adalah lewat program Laskar Sakina (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak).  Laskar tersebut beranggotakan kader kesehatan, tokoh agama & masyarakat, PKK, aparat kepolisian, hingga pedagang sayur keliling (mlijo) yang ditugaskan mencari, menemukan, dan melaporkan ibu hamil baru dengan risiko tinggi di wilayah mereka berjualan.

“Lewat program ini, angka kematian ibu melahirkan di Kecamatan Sempu bisa ditekan hingga zero,”pungkas Anas.

Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved