Breaking News:

Pilwali Kota Blitar

Purnawirawan Jenderal TNI dan Pengusaha Merapat ke Golkar untuk Bersiap Maju Pilwali Kota Blitar

Saat ini sudah ada empat tokoh yang merapat ke Partai Golkar. Identitas keempat tokoh yang menjalin komunikasi dengan Golkar Pilwali Kota disimpan.

suryamalang.com/Samsul Hadi
Ketua DPD Partai Golkar Kota Blitar, Moch Hardi Usodo 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - DPD Partai Golkar Kota Blitar sepertinya tidak hanya ingin menjadi penonton di ajang Pilwali Kota Blitar 2020. Partai Golkar juga bertekad mengusung calon wali kota sendiri di pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Golkar akan memanfatkan momentum Pilwali ini sebaik-sebaiknya. Politik itu dinamis dan penuh kejutan. Golkar akan mengambil langkah-langkah taktis dan keputusan bersifat strategis.Golkar akan mengusung calon sendiri," kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Blitar, M Hardi Usodo, Jumat (19/7/2019).

Dodok, panggilan akrab M Hardi Usodo mengatakan, saat ini sudah ada empat tokoh yang merapat ke Partai Golkar. Dodok belum berani membuka identitas keempat tokoh yang menjalin komunikasi dengan Golkar untuk maju di Pilwali Kota Blitar 2020.

Dia hanya meyebutkan, background keempat tokoh itu. Keempat tokoh itu, tiga dari kalangan pengusaha dan satu lagi merupakan purnawirawan jenderal dari TNI. "Sudah ada empat tokoh yang komunikasi ke kami. Mereka ingin diusung lewat Partai Golkar," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini Partai Golkar sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk membangun koalisi agar bisa mengusung calon sendiri. Partai Golkar hanya punya dua kursi di DPRD Kota Blitar pada Pileg 2019.

Syarat minimal untuk bisa mengusung calon di Pilwali Kota Blitar butuh lima kursi. Berarti masih kurang tiga kursi lagi bagi Golkar untuk mengusung calon sendiri.

"Sudah ada beberapa partai yang intens berkomunikasi dengan kami untuk menghadapi Pilwali 2020. Selama ini, hubungan kami dengan semua partai juga harmonis," katanya.

Menurutnya, DPP Partai Golkar sebenarnya sudah ada arahan soal gerbong koalisi bagi daerah untuk ajang Pilkada. Tetapi, kalau arahan koalisi dari DPP tidak menguntungkan bagi daerah itu, DPP punya kebijakan lain. "Kebijakan lain itu tergantung dari DPD, selama itu menguntungkan posisi Partai Golkar," katanya.

Saat disinggung apakah tidak ingin maju sendiri menjadi calon wali kota, Dodok menjawab secara diplomatis. Menurutnya, untuk mencalonkan sendiri menjadi calon wali kota butuh jeneng (nama) dan jenang (modal).

"Tapi, prinsipnya Partai Golkar kalau tidak bisa menang (di Pilwali Kota Blitar 2020), Golkar akan ikut yang menang," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved