Kabar Jember

Kementerian LHK Ajak Kampus Mitigasi Perubahan Iklim, Diawali dari Universitas Negeri Jember

Pengurangan produksi GRK Indonesia ini ditargetkan diperoleh dari sektor kehutanan sebanyak 17,2 persen dan sektor energi sebanyak 11 persen.

Kementerian LHK Ajak Kampus Mitigasi Perubahan Iklim, Diawali dari Universitas Negeri Jember
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Kuliah umum dirjen KLHK di Universitas Negeri Jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan penurunan angka Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 29 persen, dari GRK yang dihasilkan Indonesia sekitar 2,8 juta giga ton hingga tahun 2030.

Pengurangan produksi GRK Indonesia ini ditargetkan diperoleh dari sektor kehutanan sebanyak 17,2 persen dan sektor energi sebanyak 11 persen. Sementara sisanya merupakan pengurangan GRK dari sektor lain semisal sektor pertanian, limbah dan industri.

Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK RI, Ruandha Agung Sugardiman dalam kuliah umum bertema Tantangan Perubahan Iklim Masa Depan : Menstimulasi Upaya Aksi Mitigasi dan Adaptasi Masyarakat Yang Cepat Tanggap Terhadap Perubahan Iklim, yang digelar di aula lantai tiga gedung rektorat dr R Achmad Universitas Jember, Jumat (19/7/2019).

Upaya penurunan produk GRK di bidang kehutanan ditempuh melalui usaha penanggulangan deforestasi di Indonesia yang angkanya mencapai 600 ribu hektar per tahun menjadi 325 hektar per tahun. KLHK juga tengah mengusahakan rehabilitasi 12 juta hektar lahan kritis dan restorasi dua juta hektar lahan gambut, serta terus mencegah kebakaran hutan yang menyebabkan bencana asap.

“Kementerian LHK menganggarkan 74 persen anggarannya atau setara Rp 3,4 triliun sebagai anggaran rehabilitasi lahan di Indonesia,” ujar Ruandha.

Sementara di sektor energi, pemerintah bertekad melaksanakan efisiensi di pemanfaatan energi, penggunaan teknologi batu bara bersih, kewajiban penggunaan bahan bakar nabati sebanyak 30 persen di sektor transportasi, penambahan jaringan dan stasiun pengisian bahan bakar gas, serta yang terbaru kebijakan mobil listrik.

“Pengurangan GRK oleh semua negara di dunia sesuai arahan PBB diharapkan mampu mengerem kenaikan suhu dunia hingga hanya berkisar pada 1,5 derajat celcius saja. Sebab jika sudah melampaui angka tersebut maka akan banyak negara yang terkena dampaknya, termasuk Indonesia yang merupakan negara tropis sekaligus negara kepulauan,” imbuhnya.

Menurutnya, dampak perubahan cuaca sebenarnya sudah dirasakan di Indonesia, seperti adanya laporan di beberapa kawasan di nusantara terkait tanaman kopi. Tanaman kopi yang biasanya ditanam di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kini hasilnya tidak optimal akibat perubahan cuaca itu. Sehingga petani kopi memilih menanam kopinya di daerah yang memiliki ketinggian lebih tinggi.

Dirjen PPI Kementerian LHK ini lantas mengajak dunia perguruan tinggi untuk turut berpartisipasi dalam pengurangan produksi GRK. Kementerian LHK memiliki Program Kampung Iklim atau Proklim, program yang mendidik dan mempersiapkan masyarakat Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perubahan iklim serta usaha mitigasi bencana akibat perubahan iklim.

"Program-program dalam Kampus Iklim didesain agar mudah diaplikasikan oleh warga semisal memanen air hujan, pembuatan sumur resapan, pembuatan septic tank komunal, bagaimana menjaga hutan dan lainnya. Program-program ini dapat dimulai dengan survey kerentanan iklim di daerahnya masing-masing untuk kemudian diaplikasikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Ajakan Dirjen PPI Kementerian LHK ditanggapi positif oleh Rektor Universitas Jember, Moh Hasan. Menurutnya Kampus Tegalboto, sebutan untuk kampus Unej, telah berpengalaman dalam menjalankan berbagai program terkait pengurangan GRK seperti progam Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang didukung oleh Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappenas, serta USAID di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dan desa penyangganya.

“Kami akan mencoba memasukkan Proklim sebagai salah satu tema Kuliah Kerja Nyata di Universitas Jember, sehingga nantinya bakal ada Kuliah Kerja Nyata tematik perubahan iklim,” ujar Hasan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved