Kabar Sidoarjo

Pertama di Sidoarjo, Seni Graffiti di Gelar Perhotelan Berkolaborasi Dengan Seniman Graffiti Lokal

Menggunakan media papan lapis, para seniman mulai meluapkan karya-karyanya di hotel yang berada di jalan Jenggolo itu.

Pertama di Sidoarjo, Seni Graffiti di Gelar Perhotelan Berkolaborasi Dengan Seniman Graffiti Lokal
suryamalang.com/M Taufik
Para seniman graffiti saat beraksi di Favehotel Sidoarjo, Sabtu (20/7/2019) 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Fave Graffiti Art Walls 2019, demikian tajuk event graffiti yang digelar Fave Hotel Sidoarjo, Sabtu (20/7/2019).

Dengan menggandeng lima seniman graffiti lokal dari Kota Sidoarjo yang berkolaborasi dengan seniman graffiti dari Kota Surabaya, event semacam itu merupakan yang pertama digelar hotel di Kota Delta.

Menggunakan media papan lapis, para seniman mulai meluapkan karya-karyanya di hotel yang berada di jalan Jenggolo itu. Dan saat awal, acara dimulai dengan graffiti simbolis oleh Iwan Setiawan, Hotel Manager favehotel Sidoarjo.         

"Iya, acara semacam ini yang pertama di favehotel Sidoarjo dan pertama kalinya diselenggarakan di hotel di wilayah Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah kreatifitas komunitas graffiti," kata Iwan.

Acara digelar mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB, bertempat di drop off area. Selama event berlangsung, alunan musik dari Disc Jockey terus mengiringinya.

“Seni graffiti yang selalu identik dengan seni jalanan adalah salah satu seni yang mewakili ekspresi diri karena melalui semprotan cat kaleng warna warni, para seniman graffiti berusaha ‘berbicara’ melalui karya dan seni," lanjutnya.

Favehotel Sidoarjo dengan unsur seni di dalamnya melalui lukisan tangan di koridor dan di setiap kamar adalah wujud nyata apresiasi terhadap pelaku seni lukis khususnya di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

"Favehotel Sidoarjo yang berkonsep fun, fresh and friendly dengan interior wall painting di lobi dan di setiap kamar tidur memberi kesan yang segar dan bernuansa seni," sebut Iwan.

Graffiti adalah coretan coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis dan volume untuk menuliskan kata, simbol atau kalimat tertentu.

Adapun alat yang digunakan pada masa kini adalah cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, graffiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas. Sejauh ini memang jarang ada hotel menggelar event seperti ini.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved