Malang Raya

Kurangi Sedotan Plastik, CCF Rekomendasi Sedotan Bahan Jagung dan Kertas

Sedotan dari bahan jagung atau kertas lebih mudah terurai dibanding sedotan dari bahan plastik.

Kurangi Sedotan Plastik, CCF Rekomendasi Sedotan Bahan Jagung dan Kertas
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Contoh sedotan non plastik bisa dipakai agar mengurangi sampah plastik. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Climate Change Frontier (CCF) merekomendasikan sedotan dari bahan jagung dan kertas sebagai pengganti sedotan bahan plastik.

Alasan rekomendasi sedotan itu karena selalu ada pertanyaan jika tidak pakai sedotan plastik, terus pakai apa?

Sedotan dari bahan jagung atau kertas lebih mudah terurai dibanding plastik.

Gara-gara Nia Ramadhani, Irish Bella Pernah Marah Besar Pada Rezky Aditya, Istri Ammar Zoni Cemburu

KPU Kota Malang Bakal Tunda Pelantikan Anggota DPRD Terpilih yang Baru Ditetapkan, Ada Ancaman Ini

Remaja 16 Tahun Asal Blimbing Kota Malang jadi Korban Sodomi Pria Bertato, Modusnya Dicekoki Miras

"Kalau bahan jagung butuh waktu enam bulan. Kalau bahan kertas mudah terurai," jelas Eko Baskoro, Founder CCF pada SURYAMALANG.COM , Minggu (21/7/2019).

Eko mengatakan, sedotan biasanya dibutuhkan saat ke luar rumah. Tapi di dalam rumah praktis tak pernah digunakan.

Menurutnya, sedotan kertas jika dipakai untuk minuman panas butuh rusak sekitar 1 jam.

"Itu hasil eksperimen sosial kami," katanya.

Tapi jika dipakai untuk minuman dingin lebih bertahan lama sampai dua jam.

Sementara bentuk sedotan jagung ramah lingkungan, jika melihat sekilas mirip sekali dengan sedotan plastik.

Tapi dalam kemasannya ada tulisan sedotan jagung.

"Sedotan jagung butuh waktu enam bulan untuk terurai," kata dia.

Sebenarnya juga ada jenis sedotan lain yaitu dari bahan bambu.

Lubang sedotannya agak besar. Sekilas mirip bambu buat mainan saat anak-anak buat nolop.

Ini juga bisa dipakai beberapa kali. Jika sudah ada perubahan warna di dalam, maka perlu dibuang.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved