Malang Raya

Pelaku Bom Bali Ali Fauzi Ajak Masyarakat di Kota Malang Tangkal Radikalisme Demi Keutuhan NKRI

Ali Fauzi kini lebih aktif dalam melakukan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan seperti yang dilakukannya pada di Masjid Roisiyah Kota Malang

Pelaku Bom Bali Ali Fauzi Ajak Masyarakat di Kota Malang Tangkal Radikalisme Demi Keutuhan NKRI
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Ali Fauzi, mantan teroris pelaku Bom Bali saat memberikan pengajian kepada jamaah tentang bahaya radikalisme, intoleransi dan cara menangkal pemberitaan yang sifatnya hoaks di Masjid Roisiyah Kota Malang pada Minggu (21/7 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Adakah yang masih ingat dengan Ali Fauzi Manzi? Ya, Ali Fauzi merupakan mantan teroris pelaku Bom Bali yang kini telah tobat.

Ali Fauzi kini lebih aktif dalam melakukan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Seperti yang dilakukannya pada di Masjid Roisiyah Kota Malang pada Minggu (21/7/2019).

Remaja 16 Tahun Asal Blimbing Kota Malang jadi Korban Sodomi Pria Bertato, Modusnya Dicekoki Miras

Foto Kebakaran Gunung Panderman Jawa Timur Terbaru yang Terlihat dari Malang Minggu malam ini

Gara-gara Nia Ramadhani, Irish Bella Pernah Marah Besar Pada Rezky Aditya, Istri Ammar Zoni Cemburu

Ia bersama dengan tim Mabes Polri melaksanakan kegiatan pengajian sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat yang ada di Kota Malang.

Dalam kegiatan itu Ali Fauzi menceritakan rekam jejaknya sewaktu menjadi teroris dihadapan sekitar seratusan jamaah yang hadir.

Ia juga memberikan pengertian kepada jamaah tentang bahaya radikalisme, intoleransi dan cara menangkal pemberitaan yang sifatnya hoaks.

Ali Fauzi memaparkan, bahwa saat ini cara penyebaran yang dilakukan oleh teroris atau kelompok radikalisme berbeda dengan di zamannya dulu.

Kalau dulu lebih cenderung memperkenalkan dengan cara face to face atau langsung bertemu.

Tapi sekarang, penyebaran dilakukan melalui media sosial yang kini sedang marak terjadi.

"Saat ini mereka (teroris) lebih banyak menggunakan teknologi. Perekrutan lebih banyak lebih mengandalkan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram" ujarnya.

Kata Ali Fauzi, cara itu lebih mudah dilakukan dan banyak dipakai oleh para kelompok ekstrimis.

Kebanyakan sasaran teroris tersebut merupakan para pemuda terutama para mahasiswa.

Meski terkadang tak memiliki sasaran pasti, kebanyakan kata Ali, para kaum radikalisme ini menjanjikan iming-iming akhirat daripada dunia.

"Visi misi mereka itu besar, yakni ingin menjadikan negara islam. Dalam proses itulah ada yang namanya jihad. Kemudian di tengah proses itulah apabila anda terbunuh, anda akan masuk surga dan dapat 70 bidadari. Jadi iming-imingnya seperti itu," ujarnya.

Ali Fauzi juga menyesalkan cara kaum-kaum ekstrimis itu di dalam dunia nyata.

Ia pun juga menyesali bahwa dulunya juga termasuk bagian dari kaum tersebut.

Menurutnya cara mereka tidak sesuai dengan ajaran islam yang merupakan rahmatan lil alamin.

"Kalau dibilang menyesal ya pasti menyesal. Tapi Allah telah memberikan petunjuk dan memberikan saya hidayah untuk bertaubat," terangnya.

Setelah menceritakan tentang rekam jejaknya, Ali Fauzi kemudian mengajak seluruh jamaah yang hadir agar lebih bijak dalam menerima segala informasi.

Menurutnya, saat ini banyak sekali informasi hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat.

Maka dari itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk lebih cinta terhadap NKRI daripada mendengarkan hasutan orang-orang yang tidak jelas.

"Karena pada intinya itu mari kita jaga nilai-nilai Keindonesiaan ini dengan sepenuh hati," imbuhnya

Sementara itu, perwakilan dari Mabes Polri AKBP Suhaimi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya dari Polisi untuk memberikan pengertian kepada masyarakat terkait bahaya radikalisme.

Acara pengajian dan silaturahmi ini juga merupakan upaya dari Polri untuk lebih dekat kepada masyarakat.

AKBP Suhaimi berharap, setelah kegiatan ini selesai, masyarakat bisa membentengi dirinya dan tidak mudah terprovokasi oleh kelompok teror.

"Kegiatan ini kami lakukan di Kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Tujuannya ya itu, agar masyarakat bisa mencegah dan menangkal sejak dini ancaman radikalisme dan kelompok teror lainnya," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved