Malang Raya

Daging Unggas dari Brasil Berpotensi Masuk Indonesia, Pemkot Malang Masih akan Koordinasi

Brasil tidak diperbolehkan mengekspor unggas ke Indonesia karena tidak memiliki sertifikasi sanitasi internasional atau sertifikat halal

Daging Unggas dari Brasil Berpotensi Masuk Indonesia, Pemkot Malang Masih akan Koordinasi
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Ilustrasi - Pedagang daging ayam lokal. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan belum menerima informasi adanya kiriman daging impor yang masuk ke pasaran di Kota Malang.

Sejauh ini, daging-daging yang beredar di pasaran Kota Malang merupakan daging produk lokal.

Hal itu dikatakan Wahyu menanggapi tersiarnya isu masuknya daging impor ke Indonesia. Informasi itu pun membuat sejumlah pedagang khawatir.

Dikutip dari Kontan, Pemerintah Brasil secara resmi telah meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) membuka panel untuk menyelidiki kebijakan Indonesia mengenai impor unggas dari Brasil.

Brasil tidak diperbolehkan mengekspor unggas ke Indonesia karena tidak memiliki sertifikasi sanitasi internasional atau sertifikat halal yang perlu dikeluarkan oleh pemerintah yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Belakangan, Indonesia kalah atas gugatan yang diajukan pemerintah Brasil ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Maka ayam impor asal negara itu diperkirakan bakal segera menyerbu pasar dalam negeri.

Polda Jatim Gerebek Gudang Daging Impor di Malang, Katanya Tak Penuhi 3 Kriteria Sanitasi Pangan

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia menolak keras pembukaan impor produk unggas dan by product dari negara manapun khususnya Brasil. Karenanya, Pinsar mengirim surat kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berisi tentang usulan kebijakan pelarangan impor daging ayam oleh pemerintah.

"Kami masih akan koordinasikan dengan Kementerian Perdagangan mengenai hal itu. Tetapi yang jelas sejauh ini masih belum ada kebijakan impor," ujar Wahyu, Senin (22/7/2019).

Wahyu mengatakan stok daging lokal masih mencukupi untuk saat ini. Bahkan saat Dinas Perdagangan melakukan survey ke beberapa pasar, daging lokal masih lebih banyak diminati oleh masyarakat.

"Masyarakat juga lebih banyak mengonsumsi daging lokal ketimbang impor," paparnya.

Harga daging di Kota Malang juga tidak mengalami kenaikan. Maka dari itu, pedagang diminta untuk tak khawatir mengenai kabar bakal adanya impor daging.

"Saat ini harga daging masih normal kisaran Rp 110 ribu. Belum ada perubahan terkait harga," tandasnya.

Umi Salamah, seorang pedagang daging di Pasar Besar mengatakan. Selama ini daging lokal banyak diminati warga. Ia pun berharap Pemkot Malang bisa menangkal masuknya daging impor.

“Jangan ada daging impor di pasaran lokal. Daging lokal sudah sangat diminati, kok,” ujarnya.

Keberadaan daging lokal juga membuat harga di pasaran stabil. Umi pun khawatir, masuknya daging impor nanti bisa mengubah harga pasaran daging.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved