Kabar Blitar

Janda Muda Lengan Bertato di Blitar Edarkan Sabu dan Pil Koplo, Menangis Pilu saat Diperiksa Polisi

Janda muda bertato di lengan itu ditangkap polisi karena menjadi pengedar sabu-sabu dan pil dobel L di Kota Blitar.

Janda Muda Lengan Bertato di Blitar Edarkan Sabu dan Pil Koplo, Menangis Pilu saat Diperiksa Polisi
suryamalang.com/Samsul Hadi
Janda muda pengedar sabu-sabu dan pil dobel L menangis saat diperiksa polisi, Senin (22/7/2019 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sambil menunduk, Yuli Lestari (24) terus menangis saat polisi mengintrogasinya di halaman Polres Blitar Kota, Senin (22/7/2019). Janda muda bertato di lengan asal Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, itu ditangkap polisi karena menjadi pengedar sabu-sabu dan pil dobel L.

"Saya baru pertama kali ini jadi pengedar, saya tidak cari untung," kata Yuli saat ditanya Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar.

Yuli mengaku, selain menjadi pengedar, juga menjadi pemakai narkoba. Dia memakai narkoba untuk meningkatkan stamina saat bekerja. Yuli bekerja sebagai pemberi makan di kandang ayam. "Saya pakai narkoba untuk menambah stamina saat kerja," ujarnya.

Jaringan peredaran narkoba Yuli terungkap dari penangkapan Galih Prasetyo (23), tetangga Yuli. Galih tertangkap tangan mengedarkan sabu-sabu. Polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 0,35 gram dari Galih.

Saat diperiksa, Galih mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Yuli Lestari. Polisi segera menangkap Yuli. Polisi tidak menemukan barang bukti saat menangkap Yuli.

Tetapi, polisi mendapatkan barang bukti percakapan pemesanan narkoba di ponsel Yuli. Ternyata, Yuli tidak hanya mengedarkan sabu-sabu. Janda tanpa anak itu juga mengedarkan pil dobel L.

"Yuli mengaku mendapatkan sabu-sabu dari saudara Bebek. Sekarang masih buron," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar.

Dari bukti percakapan di ponsel Yuli, polisi menangkap Solikin (31), warga Desa Pojok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Solikin ini menjadi pengedar pil dobel L. Yuli beberapa kali memesan pil dobel L dari Solikin.
Setelah menangkap Solikin, kasus itu mengembang lagi. Polisi membekuk Fikky Syahrul Romadon (19), warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Dari Solikin dan Fikky, polisi menyita pil dobel L sebanyak 3.600 butir. Rinciannya, dari Solikin sebanyak 450 butir pil dobel dan dari Fikky sebanyak 3.150 butir pil dobel. Sebagian pil dobel L itu masih dikemas dalam plastik.

"Fikky mengaku mendapatkan barang dari Madiun. Dia beli dengan cara sistem ranjau. Fikky ini residivis kasus narkoba," ujar AKBP Adewira.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved